Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyiapkan program pendampingan literasi keuangan bagi atlet Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia. Program ini ditujukan untuk membantu atlet menata masa depan yang lebih sejahtera hingga memasuki masa pensiun.
Erick menyampaikan, pendampingan akan difokuskan pada penguatan pemahaman finansial agar atlet mampu menabung dan mengelola penghasilan untuk kebutuhan jangka panjang. Pernyataan itu disampaikan saat ia mengunjungi Paralympic Training Center Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah, sebagaimana keterangan resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Menurut Erick, banyak atlet disabilitas akan menerima bonus dari pemerintah setelah meraih prestasi pada ASEAN Para Games 2025. Dalam ajang olahraga multicabang atlet disabilitas terbesar di Asia Tenggara tersebut, Indonesia mengoleksi total 392 medali, terdiri atas 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu.
Meski tidak merinci nilai bonus untuk setiap peraih medali, Erick menyebut besaran bonus yang akan diterima atlet tergolong fantastis. Karena itu, ia menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang cerdas agar bonus tidak habis untuk kesenangan jangka pendek, melainkan dapat diarahkan menjadi aset produktif yang menunjang kehidupan di masa tua.
Dalam kesempatan yang sama, Erick juga menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berlarut dalam euforia hasil ASEAN Para Games 2025. Kemenpora mulai menyiapkan langkah menuju Asian Games dan Asian Para Games 2026 di Jepang melalui pemusatan latihan nasional yang berkelanjutan.
Ia mengatakan Kemenpora terus melakukan koordinasi dan konsolidasi latihan meski menghadapi keterbatasan anggaran. Erick menambahkan pihaknya telah menyisir anggaran dan optimistis ketersediaan anggaran dapat diupayakan.
Selain itu, Kemenpora berencana mengundang NPC Indonesia untuk duduk bersama membahas target-target prestasi Indonesia pada kejuaraan internasional berikutnya.

