BERITA TERKINI
OJK Maluku Gelar Puncak GERAK Syariah 2026 di Ambon, Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

OJK Maluku Gelar Puncak GERAK Syariah 2026 di Ambon, Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menyelenggarakan puncak Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah Tahun 2026 di Gedung Islamic Center Ambon. Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional literasi dan inklusi keuangan syariah yang rutin digelar setiap bulan Ramadan.

Acara dibuka oleh Gubernur Maluku yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU, yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Maluku. Sejumlah pihak turut hadir, antara lain Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Maluku, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, serta pimpinan lembaga jasa keuangan syariah di Maluku.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa GERAK Syariah menjadi bagian dari langkah strategis OJK untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di daerah. Menurutnya, program ini menjadi wadah kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, industri keuangan syariah, MES, Bank Indonesia, Kementerian Agama, TPAKD, media, serta tokoh masyarakat, guna meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan syariah secara bijak dan produktif.

Dalam konteks global, berdasarkan State of Global Islamic Economy Report 2024/2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam indikator ekonomi syariah global setelah Malaysia dan Arab Saudi.

Di tingkat nasional, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Tahun 2025 mencatat literasi keuangan syariah sebesar 43,42 persen dan inklusi keuangan syariah sebesar 13,41 persen. Data ini menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah terus meningkat, namun pemanfaatannya dinilai masih perlu terus didorong.

OJK juga mencatat pertumbuhan positif industri perbankan syariah nasional. Hingga Desember 2025, total aset perbankan syariah nasional mencapai Rp1.041 triliun atau tumbuh 20,44 persen secara tahunan.

Di Provinsi Maluku, perkembangan perbankan syariah juga menunjukkan tren yang sejalan. Hingga Desember 2025, total aset perbankan syariah tercatat Rp1,02 triliun, dengan pembiayaan sebesar Rp710 miliar yang tumbuh 18,30 persen secara tahunan. Rasio Non Performing Financing (NPF) tercatat 1,14 persen, lebih rendah dibanding rata-rata nasional sebesar 2,19 persen.

OJK menilai kondisi tersebut mencerminkan kinerja perbankan syariah di Maluku tetap terjaga dan memiliki potensi untuk berkembang, terutama dalam mendukung pembiayaan sektor riil dan UMKM di daerah.

Untuk memperluas literasi dan inklusi, OJK Maluku menggelar sejumlah program edukasi yang berkolaborasi dengan industri keuangan syariah, kementerian/lembaga, dan komunitas masyarakat. Rangkaian GERAK Syariah di Maluku mencakup program KOLAK (Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah) melalui talkshow Ramadan di radio, podcast, serta media digital.

Sejumlah kegiatan dalam rangkaian tersebut antara lain edukasi SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah) pada 25 Februari 2026, podcast GERAK Syariah bersama Komunitas Ruang Biru pada 4 Maret 2026, dialog publik bersama RRI Ambon pada 9 Maret 2026 bertema “Perkembangan Ekonomi Syariah di Provinsi Maluku”, serta dialog ekonomi syariah di TVRI Maluku bertema “Masa Depan Ekonomi Syariah Maluku”.

Pada puncak kegiatan, OJK juga mengadakan edukasi keuangan syariah bagi pelajar SMA, SMK, dan MA se-Pulau Ambon yang diikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai sekolah.

Selain edukasi, terdapat program KURMA (Kompetisi Keuangan Syariah Ramadan) berupa rangkaian lomba bernuansa Ramadan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda. Kegiatan ini meliputi Lomba Fin Da’i Cilik Ramadan 1447 H pada 3 Maret 2026, Lomba Reels Keuangan Syariah, Lomba Kuis Literasi Keuangan Syariah, serta Lomba Seni Hadrah pada 7 Maret 2026.

Program lainnya, SURAU (Safari Edukasi Ramadan Keuangan Syariah), dilaksanakan di berbagai wilayah Maluku dan disinergikan dengan program Gerakan Pangan Murah Pemerintah Provinsi Maluku, salah satunya di Desa Liang pada 4 Maret 2026. OJK juga menjalankan program SAKINAH (Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah) untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan perencanaan keuangan syariah bagi santri, yang telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Anshor Liang pada 27 Februari 2026.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, OJK berharap GERAK Syariah dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memilih dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan syariah, sekaligus memperkuat kolaborasi regulator, industri jasa keuangan, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah di Maluku.