BERITA TERKINI
OJK Nilai Demutualisasi Bursa Buka Peluang Perkuat Tata Kelola dan Kembangkan Bisnis

OJK Nilai Demutualisasi Bursa Buka Peluang Perkuat Tata Kelola dan Kembangkan Bisnis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan demutualisasi bursa efek membuka peluang penerapan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola sekaligus mendorong pengembangan bisnis bursa di masa depan. Langkah ini dinilai dapat menghadirkan ide dan strategi baru dalam pengelolaan bursa agar lebih adaptif terhadap dinamika pasar global.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan demutualisasi pada dasarnya memberikan kesempatan kepada pihak di luar anggota bursa untuk turut memiliki saham bursa. Dengan demikian, struktur kepemilikan tidak lagi terbatas hanya pada anggota bursa.

“Sebetulnya kan ciri utama dari demutualisasi adalah membuka kesempatan partisipasi pemegang saham atau kepemilikan saham bursa oleh pihak lain, di luar anggota bursanya,” kata Hasan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurut Hasan, perubahan struktur kepemilikan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi masuknya gagasan baru dalam pengembangan bisnis bursa. Ia menilai hal ini penting untuk menjawab tantangan industri pasar modal yang kian kompleks dan kompetitif.

“Tapi di balik itu tentu kita harapkan akan hadir motif-motif dan ide-ide baru dalam pengembangan bisnis bursa itu sendiri. Yang mungkin semula dengan keanggotaan terbatas hanya anggota bursanya, tentu kesempatan melebarkan kegiatan usaha itu menjadi agak terbatas,” ujarnya.

Selain memperluas kepemilikan, OJK juga memandang demutualisasi sebagai langkah yang dapat mempercepat modernisasi bursa efek. Perubahan struktur ini dinilai dapat memperkuat kapasitas bursa dalam merespons perkembangan teknologi dan integrasi pasar keuangan global.

Hasan menambahkan, tuntutan modernisasi serta meningkatnya keterkaitan antar bursa di tingkat regional maupun global menjadi peluang besar yang perlu dimanfaatkan. Bursa, menurutnya, tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat perdagangan saham, tetapi juga sebagai pusat inovasi layanan pasar modal.

“Tapi bayangkan tuntutan modernisasi, interconnectedness atau keterkaitan antar bursa regional, global utama, itu menjadi potensi dan peluang yang luar biasa besar pada saat kita hadirkan demutualisasi bursa efek ini ke depannya,” pungkasnya.