BERITA TERKINI
OJK Sulselbar: Penyaluran Pinjaman Online Naik pada 2025, Berpotensi Meningkat saat Ramadan 2026

OJK Sulselbar: Penyaluran Pinjaman Online Naik pada 2025, Berpotensi Meningkat saat Ramadan 2026

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatat penyaluran pembiayaan industri fintech lending atau pinjaman online (pinjol) menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2025. OJK juga memperkirakan penyaluran pinjaman daring dapat kembali naik pada periode Ramadan 2026.

Kepala OJK Sulselbar Moch Muchlasin menyebut, dibandingkan periode yang sama pada 2024, penyaluran pinjaman daring pada Desember 2025 mencapai Rp2,39 triliun. Angka itu meningkat dari Desember 2024 yang tercatat Rp1,78 triliun.

Muchlasin mengingatkan, tingginya penyaluran pinjaman online dapat berisiko memicu kredit macet, terutama setelah Lebaran 2026. Karena itu, OJK Sulselbar menyatakan terus melakukan upaya pencegahan, salah satunya melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi milenial dan pelaku UMKM, agar lebih bijak dalam mengelola keuangan.

“Biasanya memang kalau moment-moment seperti ini, pasti fintech naik tapi kami tetap melakukan upaya preventif khususnya ke kaula muda untuk lebih bijak menggunakannya,” kata Muchlasin, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menilai literasi keuangan masyarakat yang masih minim kerap membuat pinjaman dianggap sepele. Menurutnya, pemahaman tidak cukup hanya melihat selisih nominal pinjaman dan pengembalian, tetapi juga harus memperhatikan jangka waktu serta kemampuan membayar cicilan bulanan.

“Misalnya kan saya ngambil Rp10 juta terus saya cuma kembalikan Rp11 juta, yah paling cuma sekian persen pengembaliannya, tapi harus dilihat dulu berapa lama jangka waktunya. Jadi kemampuan literasi untuk membayar bulanannya yang kita fokuskan ke situ,” ujarnya.

Sementara itu, seorang anak muda bernama Ika menyarankan agar dana dari pinjaman online digunakan sesuai kebutuhan. Ia mengingatkan masyarakat untuk menahan diri dari pembelian barang yang tidak penting.

“Jadi kalau sekadar untuk barang yang tidak terlalu penting, mending tahan-tahan mi dulu untuk tidak beli. Beli saja sesuai kebutuhan,” ungkap Ika.