Optimisme pelaku pasar terhadap saham Korea Selatan mulai memudar seiring memanasnya perang Iran. Reli yang sempat terjadi dinilai rapuh karena bertumpu pada segelintir saham, sementara tekanan eksternal meningkat akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pasar saham Korea Selatan sebelumnya mencatat kinerja terbaik di dunia. Namun, capaian itu terjadi sebelum situasi geopolitik di Timur Tengah memburuk dan memicu perubahan sentimen investor.
Setelah Amerika Serikat menyerang Iran, pasar mengalami aksi jual besar-besaran yang dipicu lonjakan harga minyak. Kondisi tersebut membuat prospek ekonomi meredup karena perhatian global beralih ke sektor energi. Di saat yang sama, optimisme terhadap permintaan chip memori ikut tertekan, menambah kekhawatiran terhadap prospek sektor terkait.
Berdasarkan catatan Bloomberg, indeks Kospi tercatat turun hampir 17% sepanjang bulan ini. Penurunan tersebut menjadi depresiasi terbesar di antara 92 indeks utama yang dilacak Bloomberg.