NABIRE — Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mengajak generasi muda, khususnya lulusan perguruan tinggi, untuk berani terjun ke dunia usaha. Ia menilai, setelah menyelesaikan studi, para sarjana tidak semestinya hanya terpaku pada ambisi menjadi pegawai negeri, melainkan juga melihat peluang di sektor swasta dan bisnis.
Deinas mengatakan pola pikir yang hanya mengandalkan penghasilan bulanan sebagai aparatur sipil negara perlu dibangun ulang. Ia menyampaikan gambaran perbandingan pendapatan pegawai dengan peluang yang bisa diperoleh melalui wirausaha.
“Anak-anak Papua Tengah sudah selesai kuliah, jangan berpikir untuk menjadi pegawai negeri saja. Karena pegawai negeri gajinya rata-rata 3 juta rupiah per bulan. Jika dikonversi, itu berarti hanya dibayar sekitar 100 ribu rupiah per hari kerja,” ujar Deinas kepada awak media di Nabire, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, dunia usaha menawarkan ruang yang lebih luas bagi kreativitas serta peluang finansial yang lebih besar bagi mereka yang mau bekerja keras. “Lebih baik terjun ke dunia usaha. Itu bebas, tidak ada melarang, dan peluangnya terbuka lebar bagi siapa saja mau bekerja keras,” katanya.
Deinas memandang dorongan kepada anak muda untuk berwirausaha sebagai bagian dari strategi kaderisasi ekonomi. Ia menilai, jika generasi muda mulai membangun usaha sejak sekarang, fondasi ekonomi Papua Tengah ke depan akan semakin kuat.
“Kalau kita sudah kaderisasi anak-anak kita untuk menghidupkan ekonomi, maka itu luar biasa. Dalam 10, 20, hingga 50 tahun ke depan, ekonomi Papua Tengah akan sangat kuat. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, tinggal bagaimana kita mengelolanya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan dan kemandirian ekonomi. Menurut Deinas, keberhasilan pengelolaan sektor ekonomi daerah bergantung pada kesadaran dan kemauan dari setiap individu. “Kalau kesadaran itu sudah ada dalam diri, maka sektor ekonomi akan berjalan baik. Jadi tidak ada alasan untuk mundur, anak-anak Papua Tengah harus terus maju,” katanya.
Di akhir pesannya, Deinas mengajak anak muda untuk mulai bergerak dan berani mencoba. Ia menilai kegagalan terbesar adalah ketika seseorang tidak mengambil langkah pertama. “Jadi kita harus coba dulu. Kalau tidak dilakukan, maka sulit untuk melangkah. Mari kita bersama-sama bangkitkan sektor ekonomi yang ada di Papua Tengah,” pungkasnya.

