Perhatian pelaku pasar masih tertuju pada sentimen defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), meski pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Sentimen tersebut tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang belum mampu berbalik arah dan dinilai masih berpotensi tertekan ke depan.
Pada perdagangan Selasa (31/3/2026), IHSG ditutup melemah 0,61% ke level 7.048,22. Padahal, pada pembukaan perdagangan pagi hari indeks sempat menguat 0,9% ke level 7.155,55 sebelum berbalik melemah hingga penutupan.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia menilai, langkah mitigasi energy shock nasional melalui kebijakan bekerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) satu kali seminggu pada hari Jumat serta pembatasan BBM tanpa kenaikan harga kemungkinan dipandang belum cukup meringankan beban defisit fiskal.
Menurut Liza, indikasi tersebut terlihat dari pergerakan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun yang naik ke level 6,884%, dengan tren kenaikan yang dinilai masih berlanjut menuju 7,0%.