BERITA TERKINI
Pelatihan Transformasi Digital dan Pemasaran Inovatif Digelar untuk UMKM di Buleleng

Pelatihan Transformasi Digital dan Pemasaran Inovatif Digelar untuk UMKM di Buleleng

Pelatihan bertema transformasi digital dan strategi pemasaran inovatif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) digelar di Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Dagperinkopukm Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta, dan diikuti 25 pelaku UMKM yang tersebar di wilayah Buleleng.

Dalam sambutannya, Dewa Sudiarta menjelaskan bahwa transformasi digital dalam pemasaran merupakan adaptasi strategis dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan jangkauan, interaksi, serta pengalaman pelanggan melalui kanal digital. Sementara itu, strategi pemasaran inovatif disebutnya sebagai penerapan ide-ide baru dalam pemasaran digital guna membangun daya saing dan efisiensi, misalnya melalui personalisasi, konten berbasis data, dan pemanfaatan influencer.

Ia menekankan keterkaitan keduanya. Menurutnya, transformasi digital menjadi landasan bagi inovasi pemasaran, sehingga pelaku usaha dapat terus beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan menjaga keunggulan kompetitif produk di era digital.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber. Narasumber pertama, Alit Hermawan Arya Putra, konten kreator sekaligus praktisi wirausaha kuliner asal Buleleng, memaparkan materi mengenai digital marketing bagi pelaku usaha. Ia menjelaskan digital marketing sebagai strategi pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital dan internet untuk mempromosikan produk atau layanan kepada audiens target melalui berbagai platform online, seperti situs web, media sosial, email, mesin pencari, dan iklan digital. Strategi ini dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan, membangun kesadaran merek, maupun memperkuat hubungan dengan pelanggan.

Narasumber kedua, I Wayan Suryagama, entrepreneur trainer, pendamping UMKM, dan pendiri INFOUMKMID, menyampaikan materi tentang memahami funnel marketing, menentukan target market, menyusun customer value map, serta brand positioning dan AI untuk pemasaran produk. Ia menerangkan bahwa marketing funnel merupakan representasi visual perjalanan calon pelanggan, mulai dari belum mengenal merek hingga menjadi pelanggan loyal. Ia menambahkan, pemahaman funnel perlu diawali dengan penentuan target audiens melalui riset perilaku dan kebutuhan pembeli, kemudian menyusun Customer Value Map (CVM) untuk memvisualisasikan nilai yang diberikan bisnis pada setiap tahapan perjalanan pelanggan, dari kesadaran (awareness) hingga loyalitas.

Selama kegiatan berlangsung, para pelaku UMKM tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Pelatihan ini diharapkan dapat menambah wawasan terkait transformasi digital dan strategi pemasaran, sekaligus mendorong peningkatan efisiensi operasional serta memperluas jangkauan pasar melalui digitalisasi.