BERITA TERKINI
PelayanKu AI Ditawarkan sebagai Solusi Layanan Pelanggan UMKM untuk Efisiensi Operasional di Era Digital

PelayanKu AI Ditawarkan sebagai Solusi Layanan Pelanggan UMKM untuk Efisiensi Operasional di Era Digital

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran besar dalam perekonomian Indonesia. Pada 2023, jumlah pelaku UMKM diperkirakan mencapai sekitar 66 juta unit, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61% atau setara Rp9.580 triliun. Sektor ini juga menyerap sekitar 117 juta tenaga kerja, atau 97% dari total tenaga kerja.

Di tengah percepatan teknologi digital, pelaku UMKM dituntut beradaptasi agar tetap kompetitif. Namun, salah satu tantangan yang kerap muncul adalah keterbatasan sumber daya, termasuk dalam menghadirkan layanan pelanggan (customer service) yang profesional dan responsif. Dalam konteks ini, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai dipandang sebagai alternatif untuk membantu otomatisasi layanan pelanggan sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional.

AI dipahami sebagai bidang dalam ilmu komputer yang berfokus pada pengembangan sistem yang mampu menjalankan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia, seperti mempertimbangkan pilihan dan mengambil keputusan. Pemanfaatan AI di Indonesia disebut telah meluas di berbagai bidang, termasuk ekonomi.

Meski demikian, adopsi teknologi digital di kalangan UMKM dinilai belum merata. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan sekitar 35% UMKM di Indonesia pada 2024 belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Kondisi ini mencerminkan masih adanya kesenjangan digital, meskipun sektor UMKM menyumbang lebih dari 60% PDB dan mempekerjakan sekitar 96% tenaga kerja.

Rendahnya literasi digital menjadi salah satu faktor yang disebut menghambat pemanfaatan teknologi. Survei Literasi Digital Nasional 2024 mencatat Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) berada di angka 43,34, hanya meningkat tipis dari tahun sebelumnya, yang mengindikasikan perlambatan pertumbuhan. Keterbatasan keterampilan digital juga menjadi persoalan, terutama ketika pelaku usaha dan karyawan dihadapkan pada penggunaan aplikasi dan perangkat digital dalam kegiatan operasional.

Selain faktor keterampilan, kesenjangan akses internet turut memengaruhi kecepatan transformasi digital UMKM. Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2024 mencatat penetrasi internet di wilayah perkotaan sekitar 82,2%, sementara di pedesaan sekitar 74%. Perbedaan ini dinilai menunjukkan masih adanya kelompok masyarakat yang belum terakses internet secara optimal.

Di tengah tantangan tersebut, PelayanKu AI diperkenalkan sebagai inovasi berbasis AI yang ditujukan untuk membantu UMKM memanfaatkan teknologi digital secara lebih praktis. Teknologi ini dirancang untuk berinteraksi dengan pelanggan melalui suara otomatis, serta dilengkapi sensor Passive Infrared Receiver (PIR) untuk mendeteksi kehadiran. Melalui pendekatan tersebut, PelayanKu AI ditawarkan sebagai opsi untuk meningkatkan layanan pelanggan dengan cara yang lebih modern dan efisien.

Dengan kompetisi bisnis yang semakin ketat, kebutuhan akan solusi yang dapat mempercepat transformasi digital sekaligus menekan biaya operasional menjadi semakin relevan bagi UMKM. Inovasi seperti PelayanKu AI diposisikan sebagai salah satu upaya menjawab keterbatasan layanan pelanggan dan kesenjangan digital yang masih dihadapi sebagian pelaku usaha.