Pemerintah Indonesia memperkuat sinergi kebijakan ekonomi makro dengan langkah konkret di lapangan untuk menjaga kedaulatan pasar domestik di tengah tantangan geopolitik global dan dinamika musiman menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan penguatan pasar dalam negeri merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, langkah tersebut dinilai penting sebagai antisipasi atas ketidakpastian global, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak pada jalur logistik dan transportasi udara internasional.
Dengan populasi sekitar 287 juta jiwa, pemerintah menegaskan komitmen untuk melindungi produksi dalam negeri agar tetap tangguh menghadapi tekanan eksternal dan tidak sekadar menjadi pasar bagi negara lain.
Di sisi lain, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan melalui sistem pengawasan terintegrasi. Kementerian Perdagangan mengandalkan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang diperbarui secara daring untuk memantau fluktuasi harga secara real-time.
Ia menambahkan, kehadiran pemerintah secara langsung di pasar-pasar rakyat tidak hanya bertujuan mengumpulkan data, tetapi juga memberikan efek psikologis agar pedagang tidak menaikkan harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Langkah di tingkat pusat tersebut turut diterjemahkan dalam aksi di daerah. Di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pemerintah daerah menggencarkan Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menekan inflasi dan mengantisipasi lonjakan harga musiman menjelang Lebaran 2026.

