Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau terus mengupayakan penguatan ekonomi lokal dengan memanfaatkan berbagai potensi daerah. Sejumlah langkah yang didorong antara lain penggunaan batik lokal, penguatan sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan.
Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menilai peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi masyarakat sudah terbuka. Hal itu juga dikaitkan dengan dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menurutnya dapat dipenuhi dari produksi pangan lokal Malinau.
“Peluangnya sudah ada di depan mata. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan potensi yang dimiliki masyarakat agar benar-benar menjadi kekuatan ekonomi daerah,” kata Wempi saat memberikan arahan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Malinau, Rabu (11/02/2026).
Selain sektor pangan, Pemkab Malinau juga mendorong pengembangan komoditas unggulan seperti sarang burung walet dan gaharu agar memiliki nilai tambah melalui pengolahan produk. Salah satu contoh yang disebutkan adalah parfum berbahan gaharu yang telah dikenal hingga mancanegara.
Produk-produk lokal tersebut diharapkan dapat ditampilkan dalam berbagai pameran tingkat nasional. “Potensi daerah kita luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengolahnya agar memberi nilai tambah dan dikenal lebih luas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wempi juga meminta seluruh ASN melakukan optimalisasi aset daerah serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya tersebut dapat dilakukan melalui berbagai unit usaha, pemanfaatan pelabuhan, hingga penyewaan alat milik pemerintah daerah secara profesional dan transparan.
“Karena itu, saya mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah bekerja dengan semangat kebersamaan selama empat tahun masa kepemimpinan yang tersisa guna mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malinau,” tuturnya.

