Penyerapan anggaran pada awal 2026 dinilai menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun ini. Capaian tersebut memunculkan optimisme bahwa ekonomi Kaltim pada 2026 dapat tumbuh lebih baik.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kalimantan Timur, Edih Mulyadi, mengatakan porsi belanja pemerintah dalam struktur ekonomi Kaltim sebenarnya tidak terlalu besar dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Edih menjelaskan, dari total PDRB Kaltim tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp889 triliun, belanja pemerintah pusat dan daerah tercatat sekitar 5,4 persen atau sekitar Rp47 triliun. Meski porsinya relatif kecil, ia menilai belanja pemerintah tetap berperan penting karena dapat mendorong perputaran ekonomi.
“Belanja pemerintah ini menjadi stimulus atau pemicu bagi sektor lainnya,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor Kanwil DJPb Kaltim, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurut Edih, penyerapan anggaran yang cukup baik pada Januari 2026 dapat menjadi awal yang positif bagi perekonomian daerah. “Saya pikir ini satu awal yang baik untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Kaltim di tahun 2026 akan lebih baik,” katanya.
Meski demikian, Edih mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltim juga sangat dipengaruhi oleh sektor pertambangan dan penggalian. Sektor tersebut disebut menyumbang sekitar 33 persen terhadap struktur ekonomi daerah.

