BERITA TERKINI
Perang AS-Israel vs Iran Memasuki Pekan Kelima, Harga Minyak Tembus USD115 per Barel dan Bursa Asia Tertekan

Perang AS-Israel vs Iran Memasuki Pekan Kelima, Harga Minyak Tembus USD115 per Barel dan Bursa Asia Tertekan

JAKARTA — Harga minyak mentah dunia melonjak dan pasar saham Asia melemah pada awal pekan, seiring perang Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran memasuki minggu kelima. Kenaikan harga energi terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Ketegangan dilaporkan meningkat setelah pemberontak Houthi di Yaman menyatakan bergabung dalam konflik dengan menyerang Israel pada akhir pekan. Pada saat yang sama, Teheran mengancam akan memperluas serangan balasan terhadap fasilitas serta kediaman pejabat AS dan Israel.

Di pasar komoditas, minyak mentah Brent naik lebih dari 3% menjadi USD115,20 per barel. Sementara minyak mentah AS jenis WTI turut menguat ke USD101,62 per barel. Pergerakan tersebut menempatkan Brent pada jalur kenaikan bulanan terbesar sepanjang sejarah.

Sebagai perbandingan, pada 27 Februari—sehari sebelum serangan pertama dimulai—harga Brent masih berada di kisaran USD72 per barel. Dalam kurun sekitar satu bulan, harga minyak patokan global itu tercatat telah meningkat lebih dari 60%.

Di pasar saham, ketidakpastian geopolitik mendorong aksi jual. Indeks Nikkei 225 di Jepang merosot 2,8%, sementara Kospi Korea Selatan ditutup melemah hampir 3%.

Kekhawatiran investor terutama berkaitan dengan potensi disrupsi pasokan energi dalam jangka panjang, mengingat Asia sangat bergantung pada aliran minyak dari Timur Tengah.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan Financial Times menyampaikan pernyataan terkait kemungkinan AS menguasai pusat bahan bakar utama Iran di Pulau Kharg.