BERITA TERKINI
Pernyataan Trump yang Mengkritik Inggris Picu Kekhawatiran Pasar soal Pound dan Aset Safe Haven

Pernyataan Trump yang Mengkritik Inggris Picu Kekhawatiran Pasar soal Pound dan Aset Safe Haven

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik terhadap Inggris melalui pernyataan, “When we needed Britain's help, it was not present.” Meski disampaikan singkat dan tanpa merinci konteks situasi yang dimaksud, komentar tersebut dinilai berpotensi memengaruhi sentimen pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

Hubungan Amerika Serikat dan Inggris selama ini kerap disebut sebagai “Special Relationship” dan dianggap memiliki bobot politik serta ekonomi yang penting. Karena itu, kritik dari tokoh politik berpengaruh seperti Trump dapat dibaca pelaku pasar sebagai sinyal adanya potensi perubahan nada dalam hubungan bilateral, meskipun belum tentu mencerminkan kebijakan resmi.

Pernyataan itu muncul ketika pasar global masih dibayangi berbagai faktor, termasuk inflasi yang tinggi di sejumlah negara, kekhawatiran resesi, dan ketegangan geopolitik. Dalam situasi seperti ini, komentar politik dapat memperkuat persepsi risiko dan mendorong pergeseran portofolio investor.

Di pasar valuta asing, perhatian terutama tertuju pada pergerakan Pound Sterling terhadap dolar AS (GBP/USD). Sentimen negatif terkait hubungan AS-Inggris berpotensi membebani Sterling. Dalam analisis teknikal yang disebutkan, area yang dipantau adalah support di sekitar 1.2400 dan resistance di 1.2550. Jika tekanan berlanjut hingga menembus area support, pelemahan lanjutan dinilai mungkin terjadi.

Selain itu, dolar AS kerap diperlakukan sebagai aset yang dicari saat ketidakpastian meningkat. Bila pasar menilai komentar tersebut menambah risiko, arus dana dapat bergerak ke dolar dan mendorong penguatan terhadap mata uang lain. Dalam konteks ini, pasangan USD/JPY disebut berpotensi menguat, dengan level teknikal yang diperhatikan berupa support di 145.00 dan resistance di 147.00.

Euro juga dapat terdampak melalui penguatan dolar. Jika dolar menguat karena sentimen risk-off, EUR/USD cenderung melemah. Level yang dipantau dalam analisis tersebut berada di sekitar support 1.0700 dan resistance 1.0800.

Di luar mata uang, perhatian pasar juga mengarah ke emas sebagai aset safe haven. Jika kekhawatiran meningkat, permintaan terhadap emas berpotensi naik. Dalam pemantauan teknikal yang disebutkan, area support berada di sekitar US$2.300 per ons dan resistance di sekitar US$2.350 per ons.

Dampak sentimen tidak berhenti pada pasar valas dan komoditas. Ketegangan persepsi atas hubungan AS-Inggris juga disebut dapat merembet ke aset lain, termasuk pasar saham di London dan New York, seiring perubahan selera risiko investor.

Secara keseluruhan, komentar Trump dipandang sebagai faktor sentimen yang dapat menambah volatilitas di pasar, terutama pada Sterling dan aset-aset yang sensitif terhadap perubahan risiko. Namun, pergerakan pasar pada akhirnya juga akan dipengaruhi oleh faktor fundamental lain seperti data ekonomi makro dan kebijakan bank sentral.