BERITA TERKINI
Perry Warjiyo Temui Investor Global di New York dan Boston, Tekankan Ketahanan Ekonomi Indonesia

Perry Warjiyo Temui Investor Global di New York dan Boston, Tekankan Ketahanan Ekonomi Indonesia

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan investor global di New York dan Boston untuk menjaga persepsi pasar atas stabilitas makroekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Dalam rangkaian agenda IMF Spring Meeting 2026, Perry menyampaikan bahwa bauran kebijakan Indonesia berada pada arah yang tepat. Menurutnya, fokus otoritas moneter tetap pada stabilitas dan ketahanan eksternal melalui pengelolaan suku bunga, intervensi valuta asing (valas), serta penguatan likuiditas domestik.

“Kami akan terus memastikan bauran kebijakan yang konsisten dan responsif untuk menjaga stabilitas serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global,” ujar Perry saat menjadi pembicara pada Harvard Kennedy School Policy Talk 2026, sebagaimana dikutip Rabu (15/4/2026).

Di hadapan investor, Perry juga menekankan dukungan kebijakan fiskal pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Ia menyebut komitmen untuk mempertahankan defisit di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) ditempuh melalui reformasi subsidi dan realokasi anggaran ke sektor yang lebih produktif.

Dalam diskusi panel bertajuk “Stability in an Age of Shocks” bersama Profesor Harvard Jeffrey A. Frankel dan M. Chatib Basri, Perry menggarisbawahi pentingnya fleksibilitas kebijakan di era fragmentasi geopolitik. Frankel menilai guncangan global kini lebih sering terjadi dan sulit diprediksi. Menanggapi hal itu, Perry menyatakan sinergi erat antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci bagi Indonesia untuk meredam volatilitas pasar keuangan global.

Selain agenda bersama investor, Perry juga berkoordinasi dengan Utusan Tetap Indonesia untuk PBB, Umar Hadi, di New York. Pertemuan tersebut disebut bertujuan menyelaraskan narasi ekonomi Indonesia di tingkat internasional sekaligus menyerap masukan terkait dinamika geopolitik terkini.

“Fundamental ekonomi Indonesia tetap solid, ditopang pertumbuhan yang kuat dan inflasi yang terkendali,” tegas Perry.

Bank Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat komunikasi kebijakan dengan investor global. Langkah ini ditujukan agar ekspektasi pasar tetap terkelola, sehingga aliran modal asing tetap terjaga guna menopang stabilitas nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.