JAKARTA – PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, membukukan capaian positif dari sisi operasional dan keuangan sepanjang 2024. Perusahaan juga memperluas portofolio bisnis melalui pelaksanaan sejumlah proyek strategis.
Direktur Utama Pertagas Gamal Imam Santoso menyatakan, pada 2024 perusahaan tidak hanya bergerak di sektor gas alam dan minyak bumi, tetapi juga memperoleh komitmen pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) melalui pipa serta mengembangkan energi terbarukan. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan infrastruktur energi berkelas dunia.
Sepanjang 2024, Pertagas menjalankan beberapa proyek, antara lain persiapan pembangunan Pipa BBM Cikampek–Plumpang bersama PT Pertamina Patra Niaga, serta pemasangan Booster Pump Batang HO dan Booster Pump KBJ SLC. Pemasangan booster pump tersebut disebut sebagai langkah akhir penyelesaian Proyek Pipa Rokan untuk optimalisasi penyaluran minyak bumi di Wilayah Kerja Rokan, salah satu wilayah produksi minyak bumi nasional terbesar.
Pertagas juga menyelesaikan proyek pembangunan pipa gas bumi Senipah–Balikpapan. Proyek ini dinilai dapat mendukung kontribusi efisiensi operasi Kilang Balikpapan sekaligus ketahanan energi domestik.
Selain proyek infrastruktur, Pertagas menjalankan rencana diversifikasi usaha dengan berkontribusi aktif dalam rantai bisnis Subholding Gas dan menjalin kolaborasi strategis di lingkungan Pertamina Group. Di antaranya melalui kajian pengembangan energi terbarukan bersama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) serta kajian pemanfaatan teknologi Carbon Capture and Storage/Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS) bersama PT Pertamina EP Cepu (PEPC).
Manajemen Pertagas menyampaikan capaian kinerja 2024 kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2024 yang digelar di Kantor Pusat Pertamina Gas, Jakarta, Kamis (22/5). Agenda RUPS disebut menjadi momentum untuk memaparkan rencana ekspansi bisnis dan pencapaian operasional sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.
Dari sisi operasional, Pertagas mencatat volume gas transportasi mencapai 560.523 MMSCF dan volume transportasi minyak sebesar 58.990 MBOE. Perusahaan juga membukukan volume niaga gas sebesar 31.898 BBTU serta pemrosesan gas sejumlah 163.730 ton. Pada bidang regasifikasi LNG, volume yang diproses mencapai 53.341 BBTU selama setahun.
Seiring capaian operasional tersebut, Pertagas membukukan pendapatan sebesar US$843,45 juta pada 2024, meningkat dibanding 2023 yang tercatat US$793 juta. Laba bersih juga naik menjadi US$222,4 juta, dari US$196,7 juta pada 2023.
Pertumbuhan laba ini didorong oleh portofolio bisnis yang beragam, mencakup niaga gas, komersialisasi aset, regasifikasi, pemrosesan LPG, serta berbagai upaya perluasan bisnis lainnya yang selaras dengan kompetensi utama Pertagas.
Dari sisi pengakuan eksternal, Pertagas memperoleh Fitch Rating kategori AA+(idn) yang mencerminkan risiko gagal bayar yang sangat rendah. Penilaian tersebut didorong oleh stabilitas pendapatan, kekuatan posisi pasar, serta peran strategis Pertagas dalam sektor energi nasional.
Sepanjang 2024, Pertagas juga meraih 116 penghargaan, terdiri dari 25 penghargaan internasional dan 91 penghargaan nasional. Di antaranya, perusahaan memperoleh 3 PROPER Emas, 1 PROPER Hijau (beyond compliance), dan 1 PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai pengakuan atas komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial.
Seluruh pencapaian tersebut, baik dari aspek operasional, keuangan, pengembangan bisnis, pengelolaan SDM, maupun aspek HSSE, tercermin dalam capaian Key Performance Indicator (KPI) perusahaan yang mencapai 112%, melebihi level maksimal sebesar 110%.

