Sejumlah lembaga keuangan global menyatukan komitmen untuk memperkuat akses pendanaan bagi negara-negara mitra di tengah tekanan ekonomi dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah. Komitmen ini mengemuka setelah para pimpinan bank pembangunan multilateral (multilateral development banks/MDB) menggelar pertemuan pada akhir pekan lalu, di sela-sela Pertemuan Musim Semi Grup Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) di Amerika Serikat.
Pertemuan tersebut dihadiri para pemimpin dari African Development Bank Group, Asian Development Bank (ADB), Asian Infrastructure Investment Bank, Council of Europe Development Bank, European Bank for Reconstruction and Development, European Investment Bank, Inter-American Development Bank Group, Islamic Development Bank, New Development Bank, serta Grup Bank Dunia. IMF juga turut bergabung dalam pembahasan.
Ketua Kelompok Kepala MDB Masato Kanda, yang juga Presiden ADB, mengatakan kerja sama antarlembaga kini semakin erat untuk membantu negara anggota dan klien menghadapi situasi global yang kompleks dan terus berubah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga stabilitas, mempertahankan kemajuan pembangunan, dan merespons tekanan yang meningkat melalui akses pendanaan.
Menurut para pimpinan MDB, dampak perkembangan global saat ini mulai terasa melalui kenaikan biaya energi, gangguan rantai pasokan, serta kondisi keuangan yang semakin ketat. Mereka menyatakan kesiapan MDB untuk memberikan dukungan yang tepat waktu dan efektif, termasuk dalam skala besar, guna membantu negara-negara dan klien mengelola risiko, menjaga stabilitas makroekonomi, serta melindungi kelompok masyarakat yang rentan.
Penyaluran dukungan pendanaan disebut akan difokuskan pada pengembangan sektor swasta, penciptaan lapangan kerja, infrastruktur, dan pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang, sesuai mandat, strategi, dan fokus operasional masing-masing lembaga.
Para pemimpin MDB juga menekankan perlunya memperkuat mobilisasi pembiayaan swasta dan memperluas kapasitas pembiayaan. Salah satu pendekatan yang disorot adalah originate-to-distribute/share, yakni skema yang memungkinkan MDB menciptakan peluang pembiayaan yang layak dan menarik modal swasta dalam skala besar.
Untuk menindaklanjuti agenda tersebut, para pimpinan MDB sepakat membentuk kelompok kerja. Mereka juga mengakui pentingnya meningkatkan transparansi risiko kredit di pasar negara berkembang melalui konsorsium Global Emerging Markets (GEMs), memperluas pembiayaan dalam mata uang lokal—termasuk lewat pengembangan pasar keuangan domestik untuk mengurangi risiko nilai tukar—serta penggunaan pembiayaan campuran yang disiplin.
Selain itu, MDB sepakat mempererat kerja sama dalam menyusun pendekatan bersama untuk mengukur dampak operasi mereka, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak dan lebih baik. Tujuannya antara lain membantu mengentaskan rumah tangga dari kemiskinan, memperkuat kohesi sosial, dan mengurangi kerentanan.
Dalam pertemuan itu, para pimpinan juga menyepakati kerangka kerja bersama mengenai Nilai untuk Uang (Value for Money) dalam pengadaan, guna memastikan kualitas dan keberlanjutan proyek-proyek yang didanai MDB. Kerangka ini akan disesuaikan oleh masing-masing bank sesuai konteks operasionalnya. Mereka turut menyoroti kemajuan penerapan kerangka kerja saling ketergantungan untuk memastikan pembiayaan bersama berjalan lebih lancar bagi proyek-proyek MDB.
Para pemimpin MDB juga memastikan penguatan kerja sama di bidang mineral kritis untuk mendukung rantai pasokan yang beragam, tangguh, dan bertanggung jawab. Upaya ini ditujukan menopang ketahanan energi, transformasi digital, penciptaan lapangan kerja, serta penambahan nilai di negara-negara tempat MDB beroperasi.
Di sisi lain, berbagai MDB meluncurkan Water Forward, sebuah inisiatif global untuk mengembangkan sistem air yang layak investasi dan dapat diperluas. Inisiatif tersebut diarahkan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja, kemakmuran, ketahanan pangan, dan ketangguhan. Para pimpinan MDB menyatakan akan melanjutkan kerja bersama di bidang prioritas lainnya, termasuk kecerdasan buatan.