BERITA TERKINI
PLTN Akkuyu Jadi Tonggak Nuklir Pertama Turki, Dorong Industri Lokal dan Target Emisi

PLTN Akkuyu Jadi Tonggak Nuklir Pertama Turki, Dorong Industri Lokal dan Target Emisi

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Akkuyu menjadi penanda penting bagi Turki sebagai negara yang untuk pertama kalinya mengadopsi teknologi nuklir. Dalam wawancara dengan media asing, Direktur Utama Akkuyu Nuclear Sergey Borisovich Butskikh menjelaskan tantangan, perkembangan proyek, serta dampaknya terhadap ekonomi lokal hingga aspek lingkungan.

Menurut Butskikh, proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan reaktor berteknologi Rusia, tetapi juga membangun fondasi ekosistem nuklir di Turki. Ia menyebut upaya tersebut mencakup pengembangan infrastruktur, pembentukan kerangka hukum, serta pelatihan tenaga kerja nasional. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa (21/10/2025) di Mersin.

Butskikh menilai dukungan publik menjadi faktor kunci bagi keberhasilan proyek nuklir. Ia mengatakan masyarakat, media, dan komunitas ahli di Turki dilibatkan untuk memahami manfaat energi nuklir, cara kerja sistem PLTN, serta jaminan keselamatan. Ia juga mencontohkan wilayah di Rusia yang memiliki fasilitas nuklir, di mana tingkat dukungan publik disebutnya melebihi 90% karena masyarakat merasakan dampak ekonomi melalui pekerjaan, pajak, dan program sosial-ekonomi.

Dari sisi ekonomi, Akkuyu disebut mendorong pengembangan industri lokal dan penciptaan lapangan kerja. Butskikh menyatakan keterlibatan pemasok Turki menjadi perhatian khusus, dengan lokalisasi proyek—termasuk pajak yang dibayarkan kepada Turki—telah mencapai 11 miliar dolar AS. Sekitar 2.000 perusahaan dilaporkan terlibat sebagai pemasok dan kontraktor.

Ia menambahkan, perusahaan lokal yang terlibat menyesuaikan diri dengan standar industri nuklir dan meningkatkan kapasitas produksi, sehingga dinilai lebih kompetitif untuk proyek lain di dalam negeri maupun internasional. Dalam fase pembangunan, proyek ini melibatkan puluhan ribu pekerja. Ketika empat unit beroperasi penuh, sekitar 4.000 orang diperkirakan bekerja di stasiun tersebut untuk kebutuhan operasional.

Untuk teknologi, PLTN Akkuyu menggunakan reaktor VVER-1200 generasi III+. Butskikh menyebut unit di Akkuyu dilengkapi sistem keselamatan aktif dan pasif yang tetap bekerja bahkan saat terjadi pemadaman listrik total. Ia mengatakan sekitar 40% biaya PLTN dialokasikan untuk sistem keselamatan, serta desainnya dibuat tahan gempa hingga skala 9, banjir, tsunami, dan badai.

Butskikh juga memaparkan aspek teknis terkait pendinginan. Ia menyatakan air laut yang digunakan untuk pendinginan tidak terpapar bahan kimia atau radioaktif. Selain itu, perlindungan fauna laut diterapkan melalui tirai gelembung dan jaring khusus untuk mencegah ikan serta ubur-ubur masuk ke saluran pengambilan air.

Dalam konteks transisi energi, Akkuyu diproyeksikan berkontribusi pada upaya netralitas karbon Turki. Butskikh menyebut PLTN ini akan mencegah hampir 18 juta ton CO2-e per tahun melalui penggantian listrik berbasis batu bara dan gas. Ia menambahkan, operasional Akkuyu diperkirakan menyumbang sekitar 16% dari target nasional pengurangan emisi Turki pada 2030.

Terkait progres pembangunan, Butskikh menyatakan empat unit listrik sedang dibangun pada tahap berbeda. Unit 1 disebut telah menyelesaikan konstruksi dan pemasangan, sementara Unit 2 dan 3 sedang dalam tahap pemasangan peralatan utama. Unit 4 disebut tengah menyelesaikan fondasi turbin dan trap peleburan. Ia juga mengatakan infrastruktur hidroteknik laut dan darat untuk suplai air hampir rampung, serta pemasangan peralatan distribusi listrik sedang berlangsung.

Butskikh menilai proyek ini juga berpotensi mengurangi ketergantungan Turki pada impor energi. Ia menyebut dengan empat unit beroperasi 24 jam sehari, PLTN Akkuyu akan menghasilkan energi bersih yang cukup untuk kota besar seperti Istanbul dan sekitar 10% kebutuhan listrik Turki. Selama siklus hidupnya, Akkuyu diperkirakan menghemat 420 miliar meter kubik gas alam.

Dalam pelibatan pemasok lokal, ia menegaskan persyaratan kualitas yang diterapkan tinggi dan mengacu pada standar keselamatan internasional, namun diklaim tetap transparan dan kompetitif. Mekanisme tersebut, kata dia, ditujukan untuk memastikan produk, bahan, dan layanan aman serta berkualitas.

Dari sisi lingkungan, Butskikh menyebut perusahaan melakukan pemantauan harian terhadap flora, fauna, dan radiasi di lokasi proyek serta dalam radius 30 kilometer. Disebutkan terdapat 21 pos pemantauan radiasi otomatis, serta sistem hidroteknik yang memonitor kualitas air laut—termasuk oksigen terlarut, kecepatan aliran, dan bahan padat tersuspensi—selama seluruh siklus hidup PLTN.

Dengan berbagai aspek tersebut, PLTN Akkuyu diposisikan bukan sekadar proyek pembangkit listrik, melainkan juga upaya integrasi pengembangan teknologi, industri lokal, pengelolaan lingkungan, dan dukungan publik dalam agenda energi Turki.