BERITA TERKINI
PM Vietnam: Pemerintah Anggap Tantangan Dunia Usaha sebagai Tantangan Bersama

PM Vietnam: Pemerintah Anggap Tantangan Dunia Usaha sebagai Tantangan Bersama

Sebuah konferensi promosi investasi digelar di Provinsi Thanh Hoa dengan dihadiri anggota Komite Sentral Partai, pimpinan kementerian, departemen dan lembaga pusat, pimpinan Provinsi Thanh Hoa serta sejumlah daerah lain, perwakilan lembaga diplomasi dan promosi investasi asing, investor, pelaku usaha, serta perbankan dari dalam dan luar negeri.

Konferensi ini dinilai penting untuk menghubungkan dan menyebarluaskan peluang kerja sama, investasi, dan pembangunan antara Thanh Hoa dengan komunitas bisnis domestik maupun internasional. Agenda tersebut juga disebut berkontribusi pada perwujudan dan pelaksanaan Resolusi Kongres Nasional Partai ke-14 serta Resolusi Kongres Komite Partai Provinsi Thanh Hoa ke-20.

Dalam kesempatan itu, Thanh Hoa mengumumkan daftar proyek prioritas untuk menarik investasi periode 2026–2030. Daftar tersebut mencakup 173 proyek di enam sektor utama, dengan total kebutuhan modal investasi diperkirakan lebih dari 570.000 miliar VND, setara sekitar 24 miliar USD.

Pemerintah provinsi juga menyampaikan keputusan kebijakan investasi dan sertifikat investasi untuk 28 proyek dengan total modal sekitar 30 triliun VND. Selain itu, berbagai instansi menandatangani nota kerja sama dengan investor untuk 14 proyek, dengan total investasi hampir 73 triliun VND pada bidang infrastruktur transportasi, penerbangan, kawasan industri, logistik, serta penelitian dan pengembangan.

Sejumlah paparan dalam konferensi menyebut Thanh Hoa memiliki luas wilayah 11.115 km2 dan populasi lebih dari 4,3 juta jiwa. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat ke-12 untuk luas wilayah dan peringkat ke-8 untuk jumlah penduduk. Thanh Hoa dipandang memiliki posisi strategis bagi pembangunan sosial-ekonomi serta pertahanan dan keamanan nasional, dengan potensi dan keunggulan yang membuatnya kerap diibaratkan sebagai “Vietnam mini”.

Provinsi ini menonjolkan konsep empat pusat pengembangan yang disebut “empat gunung”: Sam Son untuk pariwisata dan ekonomi maritim; Nghi Son sebagai pusat pertumbuhan industri, energi, pelabuhan dan logistik; Lam Son untuk pertanian berteknologi tinggi, industri pengolahan, serta penerbangan; dan Bim Son sebagai pusat industri, perkotaan, dan perdagangan.

Thanh Hoa juga menekankan keunggulan di sektor pertanian dan pariwisata berkat kondisi alam yang beragam, lokasi yang menguntungkan, serta identitas budaya yang khas. Di bidang pertanian, bentang alam pegunungan, perbukitan, dataran, dan pesisir disebut membuka ruang pengembangan budidaya tanaman, peternakan, kehutanan, dan perikanan. Di bidang pariwisata, provinsi ini memiliki destinasi seperti Sam Son, Pu Luong, Lam Kinh, Benteng Dinasti Ho, dan Sungai Ikan Suci Cam Thuy, serta jaringan festival, peninggalan, dan situs warisan. Provinsi ini juga menyebut memiliki populasi usia kerja sekitar 2,1 juta orang atau 56% dari total penduduk.

Dari sisi infrastruktur, Thanh Hoa menyatakan sistem konektivitas semakin tersinkronisasi, menghubungkan jalan raya, kereta api, pelabuhan laut, dan bandara.

Pada 2025, meski menghadapi berbagai kesulitan, Thanh Hoa melaporkan pertumbuhan PDB 8,27% dan berada di peringkat ke-15 dari 34 provinsi dan kota. Ukuran ekonomi mencapai 333,6 triliun VND, menempati posisi tinggi di kawasan Tengah Utara dan peringkat ke-11 secara nasional. Pendapatan anggaran negara mencapai 57,2 triliun VND, melampaui target pemerintah pusat sebesar 26% dan disebut sebagai angka tertinggi sepanjang sejarah provinsi. Pemerintah provinsi juga menyampaikan adanya investasi besar pada infrastruktur, perbaikan kehidupan masyarakat, serta terjaganya pertahanan, keamanan, dan ketertiban sosial.

Ketua Komite Rakyat Provinsi Thanh Hoa, Nguyen Hoai Anh, menyatakan komitmen untuk terus memperbaiki lingkungan investasi dan bisnis, memastikan iklim investasi yang stabil, aman, transparan, dan kompetitif, serta mendorong reformasi administrasi dan transformasi digital. Ia juga menegaskan arah pembangunan pemerintahan yang melayani dan mendampingi dunia usaha, termasuk memudahkan akses investor terhadap lahan, infrastruktur, sumber daya manusia, dan layanan pendukung.

Menurutnya, pemerintah provinsi akan mendampingi investor sejak tahap penjajakan peluang melalui survei dan pemilihan lokasi, serta membantu penyelesaian prosedur administratif. Setelah keputusan investasi diambil, Thanh Hoa menyatakan akan bekerja sama dalam pengadaan dan penyerahan lahan untuk pelaksanaan proyek, serta mempercepat penyelesaian hambatan selama fase investasi dan operasional.

Nguyen Hoai Anh juga menyebut Ketua Komite Rakyat Provinsi akan menggelar pertemuan rutin setiap bulan dengan pelaku usaha untuk berdialog dan menyelesaikan kendala. Ia menambahkan, pimpinan pemerintah tingkat kecamatan dan desa akan diarahkan mengalokasikan sedikitnya satu hari setiap bulan untuk bertemu investor dan pelaku usaha guna menangani hambatan yang muncul.

Dalam pidatonya, Perdana Menteri Pham Minh Chinh menilai Thanh Hoa memiliki potensi unik, peluang besar, dan keunggulan kompetitif, namun tetap menghadapi berbagai kesulitan. Ia menyampaikan apresiasi kepada para investor yang hadir dan menyatakan minat serta dukungan untuk bekerja sama mengembangkan Thanh Hoa menjadi provinsi “percontohan” sebagaimana pernah diinstruksikan Presiden Ho Chi Minh.

Perdana Menteri juga memaparkan situasi global yang berubah cepat, kompleks, dan sulit diprediksi, yang dapat menimbulkan tantangan sewaktu-waktu bagi Vietnam. Menurutnya, semakin besar kesulitan dan tantangan, semakin diperlukan persatuan, kerja sama untuk meraih manfaat bersama, serta dialog untuk meningkatkan kepercayaan.

Ia menyatakan bahwa dalam periode terakhir, meskipun menghadapi banyak tantangan, Vietnam pada dasarnya mempertahankan stabilitas ekonomi makro, mendorong pertumbuhan, mengendalikan inflasi, dan menjaga keseimbangan utama perekonomian.

Perdana Menteri menekankan 2026 sebagai tahun pertama pelaksanaan Resolusi Kongres Nasional Partai ke-14, sekaligus awal fase pembangunan baru dengan tuntutan tinggi terhadap kecepatan, kualitas, dan keberlanjutan pertumbuhan. Ia menyinggung target pertumbuhan ekonomi dua digit pada periode 2026–2030 serta tujuan jangka panjang yang disebut “dua tujuan seratus tahun”.

Ia mengingatkan pentingnya pemahaman dan pelaksanaan empat prinsip inti pertumbuhan ekonomi sebagaimana diuraikan Sekretaris Jenderal To Lam pada Konferensi Komite Sentral ke-2: pertumbuhan yang substantif tanpa mengorbankan kualitas dan keberlanjutan; stabilitas makroekonomi, pengendalian inflasi, dan keseimbangan utama; pemanfaatan efektif semua sumber daya dengan prioritas proyek utama serta dorongan kemitraan publik-swasta; serta pertumbuhan tinggi yang harus melayani kepentingan rakyat, meningkatkan kehidupan materi dan spiritual, dan mendorong keadilan sosial.

Perdana Menteri menyatakan bahwa agar Vietnam mencapai pertumbuhan dua digit, semua sektor dan daerah, termasuk Thanh Hoa, juga perlu mencapai pertumbuhan dua digit. Ia menekankan pertumbuhan membutuhkan sumber daya, dengan pandangan bahwa “sumber daya berasal dari pemikiran dan visi, motivasi dari inovasi dan kreativitas, dan kekuatan dari masyarakat dan bisnis”. Menurutnya, memaksimalkan sumber daya internal—seperti sumber daya manusia, alam, tradisi budaya, dan sejarah—bersifat mendasar dan menentukan, sementara penggabungan dengan sumber daya eksternal—modal, teknologi, pelatihan, dan manajemen—sangat penting dan menjadi terobosan.

Terkait prioritas ke depan, Perdana Menteri meminta kementerian dan daerah, termasuk Thanh Hoa, terus menerapkan resolusi dan arahan strategis secara lebih tegas dan komprehensif. Ia menekankan tiga terobosan strategis yang berfokus pada kerangka kelembagaan yang transparan, infrastruktur yang lancar, serta sumber daya manusia dan tata kelola yang cerdas; penghapusan hambatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas penegakan hukum aparatur untuk menurunkan biaya kepatuhan dan meningkatkan daya saing; pembangunan infrastruktur strategis untuk menurunkan biaya input; serta pelatihan sumber daya manusia berkualitas tinggi bagi kebutuhan transformasi hijau, transformasi digital, ekonomi kreatif, ekonomi sirkular, dan ekonomi pengetahuan. Ia juga menekankan perlunya respons kebijakan yang cepat, tepat, fleksibel, dan efektif terhadap isu yang muncul.

Secara khusus mengenai Thanh Hoa, Perdana Menteri mengutip pandangan Presiden Ho Chi Minh bahwa provinsi itu memiliki populasi besar, lahan luas, dan sumber daya melimpah, namun membutuhkan manajemen dan organisasi yang tepat. Ia meminta Thanh Hoa memperkuat tata kelola, memiliki visi perencanaan 100 tahun, menempatkan rakyat sebagai pusat dan sumber daya pembangunan, serta memaksimalkan potensi, peluang, dan keunggulan kompetitif.

Ia juga meminta kawasan “empat gunung” terus dieksploitasi dan dikembangkan, termasuk menjaga momentum dan memperluas zona ekonomi Nghi Son; mendorong pariwisata dan jasa Sam Son ke arah cerah, hijau, bersih, dan indah; mengembangkan teknologi tinggi, industri pengolahan, dan penerbangan di Lam Son; serta memperkuat industri, kawasan perkotaan, dan koneksi perdagangan di Bim Son. Selain itu, ia menyoroti perhatian pada pengembangan kehutanan di wilayah pegunungan serta pemanfaatan ruang laut dan pengembangan ekonomi di berbagai tingkat.

Perdana Menteri juga mendorong Thanh Hoa memperkuat persatuan, berinovasi dalam metode kerja, mereformasi prosedur administrasi dan investasi, meningkatkan pencegahan korupsi, praktik negatif, dan pemborosan, serta memberi perhatian pada pembangunan infrastruktur termasuk konektivitas antarprovinsi untuk memperluas ruang pengembangan. Ia menekankan pentingnya pelatihan sumber daya manusia dan pemanfaatan keunggulan terbesar Thanh Hoa, yakni rakyatnya.

Di hadapan pelaku usaha dan investor, Perdana Menteri menegaskan pentingnya memanfaatkan potensi dan keunggulan kompetitif disertai semangat dedikasi dan berbagi antarpemangku kepentingan. Ia menekankan prinsip “menyelaraskan kepentingan, berbagi risiko; mendengarkan dengan tulus, berbagi dengan sepenuh hati, dan bertindak dengan hasil nyata,” serta “menepati janji, memenuhi komitmen, dan memberikan hasil konkret bagi rakyat.”

Ia menyampaikan harapan agar investor yang datang ke Vietnam meraih keberhasilan, seraya menegaskan pemerintah akan selalu mendampingi daerah dan dunia usaha. Menurutnya, keberhasilan bisnis adalah keberhasilan negara; ketika bisnis berkembang, negara juga berkembang. Ia menambahkan, ketika dunia usaha menghadapi kesulitan, pemerintah turut memikul beban dan memandang tantangan bisnis sebagai tantangan bersama untuk diselesaikan.

Perdana Menteri menutup dengan penekanan pada semangat kepemimpinan Partai, pembangunan negara, aksi di tingkat lokal, peran perintis perusahaan, kemitraan publik-swasta, serta dukungan rakyat. Ia meminta semua tingkatan, sektor, daerah, dan pihak terkait berkoordinasi erat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.