Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan reformasi di pasar modal guna memperkuat kepercayaan investor global terhadap Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan Presiden dengan sejumlah investor internasional di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2) waktu setempat. Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan pertemuan itu dihadiri investor besar dari Los Angeles, New York, London, serta sejumlah negara di Eropa, dengan diskusi yang berlangsung sekitar dua jam.
Menurut Pandu, salah satu pokok pembahasan adalah langkah reformasi yang dilakukan di pasar modal. Para investor menilai pasar modal memiliki peran penting dalam meningkatkan kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Dalam diskusi tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penguatan sistem hukum dan kepastian hukum sebagai fondasi utama reformasi. Pandu menyebut penekanan tersebut mendapat apresiasi luas dari para investor, yang juga menilai kepastian hukum sebagai faktor kunci untuk mendorong aliran investasi jangka panjang.
Selain agenda reformasi pasar modal, pembentukan BPI Danantara yang diinisiasi Presiden Prabowo juga disebut memperoleh respons positif. Pandu menyampaikan para investor global terbiasa bermitra dengan berbagai sovereign wealth fund di dunia sehingga melihat Danantara sebagai calon mitra strategis di Indonesia.
Ia menambahkan, sejumlah investor menyatakan minat untuk mulai berinvestasi melalui skema kemitraan, dengan Danantara dipandang sebagai salah satu pintu masuk investasi ke Indonesia.

