Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi (UNJA) menggelar Seminar Nasional Income Fair (Islamic Economic Competition Fair) 2025 bertema “Sinergi Generasi Muda: Membangun Ekonomi Halal Berbasis Fintech Melalui Pengembangan UMKM yang Inovatif, Kreatif dan Berkelanjutan”. Kegiatan berlangsung pada Selasa (29/4/2025) di Gedung ICC Hexagonal, Kampus UNJA Mendalo.
Seminar ini diikuti peserta dari sembilan perguruan tinggi di Indonesia. Sejumlah kampus yang disebutkan antara lain STAI-YDI Lubuk Sikaping, UNJA, Universitas Riau, UPV Veteran Jakarta, serta lima perguruan tinggi lainnya.
Acara pembukaan dihadiri Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNJA Dr. Sigit Indrawijaya, S.E., M.Si. Turut hadir Kepala Bagian Akademik sebagai perwakilan rektor, Johnly Boy Bororing, S.H., M.H., Koordinator Prodi Ekonomi Islam Dr. Lucky Enggrani Fitri, S.E., M.Si., serta Dr. Rena Novita sebagai narasumber utama.
Dalam sambutannya, Dr. Sigit Indrawijaya menekankan pentingnya sinergi antara pelaku UMKM dan teknologi finansial yang sejalan dengan prinsip ekonomi Islam. Ia menyebut Income Fair sebagai kegiatan tahunan Prodi Ekonomi Islam FEB UNJA yang mengangkat tema sejalan dengan visi kewirausahaan di UNJA.
“Income Fair 2025 adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Ekonomi Islam FEB UNJA dengan tema yang selalu sama dengan visi UNJA yaitu entrepreneurship. Kegiatan ini lebih fokus kepada sinergitas UMKM dengan financial technology dalam rangka ekonomi Islam,” ujar Dr. Sigit.
Sementara itu, Koordinator Prodi Ekonomi Islam Dr. Lucky Enggrani Fitri menilai tema yang diangkat relevan dengan perkembangan ekosistem halal dan kemajuan teknologi finansial. Ia menyinggung program ekosistem halal yang telah dicanangkan pemerintah pada 2024, serta perkembangan fintech yang kini tidak hanya bersifat konvensional.
“Ekosistem halal merupakan program pemerintah yang memang sudah dicanangkan pada tahun 2024. Dengan perkembangan financial technology, kini bukan hanya konvensional saja, tetapi juga ada Islam Fintech,” ungkap Dr. Lucky.
Melalui agenda tahunan ini, Prodi Ekonomi Islam FEB UNJA berharap Income Fair 2025 dapat menjadi wadah silaturahmi, inovasi, dan kreativitas mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Kegiatan ini juga diharapkan turut meningkatkan literasi masyarakat mengenai financial technology dan ekosistem halal, khususnya untuk mendorong pengembangan UMKM yang berkelanjutan.

