BERITA TERKINI
PTPP Paparkan Strategi “Back to Core” dan Capaian Kontrak Rp15,28 Triliun hingga Agustus 2025

PTPP Paparkan Strategi “Back to Core” dan Capaian Kontrak Rp15,28 Triliun hingga Agustus 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menggelar Public Expose Live 2025 secara daring pada 17 September 2025. Kegiatan ini dihadiri jajaran direksi, antara lain Direktur Utama Novel Arsyad, Direktur Keuangan Agus Purbianto, Direktur Strategi Korporasi dan HCM I Gede Upeksa Negara, Direktur Manajemen Risiko & Legal Tommy Wiranata Anwar, serta Direktur Operasi Bidang Gedung Yuyus Juarsa.

Dalam paparan tersebut, PTPP menyampaikan strategi perusahaan pada 2025 melalui pendekatan “Back to Core”, yakni kembali memfokuskan bisnis pada kompetensi utama sebagai perusahaan jasa konstruksi. Perseroan menekankan peningkatan kualitas pelaksanaan proyek melalui penerapan inovasi dan teknologi, termasuk Building Information Modelling (BIM) serta pemanfaatan Lean Construction untuk meningkatkan efektivitas. PTPP juga menyatakan komitmen pada aspek keselamatan kerja (safety) dalam proyek-proyek yang dijalankan.

Selain fokus pada bisnis inti, PTPP menyebut strategi pengelolaan portofolio sebagai langkah berikutnya. Upaya ini mencakup optimalisasi divestasi dan restrukturisasi anak usaha serta entitas asosiasi dengan tujuan menurunkan tingkat leverage. Perseroan juga menegaskan pemilihan portofolio yang prudent dan penguatan manajemen risiko.

Hingga Agustus 2025, PTPP mencatat perolehan nilai kontrak sebesar Rp15,28 triliun. Angka ini disebut naik 29,6% atau setara Rp3,49 triliun dibanding perolehan hingga Juli 2025.

Berdasarkan sumber pendanaan, kontrak baru tersebut didominasi proyek BUMN sebesar 51,2%, disusul swasta 31%, dan pemerintah 17,8%. Dari sisi segmentasi proyek, kontribusi terbesar berasal dari sektor pertambangan 19,5%, gedung 17,81%, power plant 17,56%, jalan dan jembatan 15,81%, pelabuhan 15,26%, minyak dan gas 5,39%, irigasi 4,63%, bendungan 1,78%, bandara 1,40%, serta industri 0,85%.

Beberapa proyek bernilai besar yang disebut telah diraih sampai Agustus 2025 antara lain Proyek PLTGU Batam-1 120MW senilai Rp2,68 triliun, Proyek New Priok East Access Phase II (NPEA) Rp2,33 triliun, Proyek ITACHA 2 Haul Road Rp1,93 triliun, serta Proyek Kataraja Toll Road Phase 2 Rp1,35 triliun.

Direktur Utama PTPP Novel Arsyad menyatakan perseroan akan mempertahankan konsistensi strategi “back to core business” sembari mengelola portofolio melalui divestasi dan restrukturisasi anak usaha guna menurunkan leverage. Ia juga menekankan pengelolaan yang prudent, optimalisasi bisnis yang mendukung core business, penguatan pemanfaatan inovasi dan teknologi, serta penerapan prinsip ESG di setiap lini kegiatan.

Novel menambahkan, langkah-langkah strategis tersebut diposisikan sebagai fondasi bagi keberlangsungan bisnis dan daya saing perusahaan. Menurutnya, strategi ini dijalankan untuk menjaga konsistensi PTPP sebagai pelopor jasa konstruksi dengan penekanan pada kualitas, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan serta manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.