BERITA TERKINI
Ramadan dan Idulfitri 2026 Diproyeksi Dorong Kenaikan Transaksi Digital dan QRIS

Ramadan dan Idulfitri 2026 Diproyeksi Dorong Kenaikan Transaksi Digital dan QRIS

Tren pertumbuhan transaksi digital, termasuk transaksi berbasis QRIS sepanjang 2025, membuat sejumlah perusahaan teknologi finansial (fintech) optimistis menatap kinerja pada 2026. Salah satu momentum yang dinilai berpotensi mendorong transaksi adalah periode Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026.

PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) menyebut Ramadan dan Idulfitri secara konsisten memberikan dampak positif terhadap aktivitas transaksi di platformnya. Chief Executive Officer LinkAja, Yogi Rizkian Bahar, mengatakan perusahaan memproyeksikan volume transaksi pada periode tersebut naik sekitar 10% secara bulanan (month-on-month/MoM).

Menurut Yogi, proyeksi kenaikan itu didorong oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai produk dan jasa yang bersifat esensial selama Ramadan. Ragam transaksi yang umum terjadi antara lain pembelian pulsa dan paket data, kebutuhan mobilitas mudik seperti pembayaran tiket transportasi, pengisian BBM di MyPertamina, hingga transaksi di merchant ritel melalui QRIS.

LinkAja juga mencatat bahwa pada Ramadan tahun lalu, transaksi donasi digital mendominasi ekosistemnya dengan porsi mencapai 70%. Mengacu pada tren tersebut, tahun ini LinkAja bersama LinkAja Syariah menghadirkan program Buka Berkah Ramadan dengan menggandeng mitra donasi, seperti BAZNAS, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, dan LAZISNU. Program ini ditujukan untuk memudahkan masyarakat menyalurkan donasi melalui satu aplikasi selama Ramadan.

Optimisme serupa disampaikan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha). VP of PR Amartha, Harumi Supit, menyatakan pihaknya yakin pertumbuhan kinerja akan semakin menguat selama Ramadan dan berlanjut setelahnya.

Dari sisi pengamat, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai Idulfitri menjadi momentum peningkatan konsumsi yang berpotensi mendorong penggunaan QRIS. Ia menambahkan, momen berkumpulnya masyarakat dalam jumlah besar juga dapat meningkatkan risiko tindak kejahatan seperti pencopetan, sehingga mendorong sebagian orang memilih bertransaksi menggunakan dompet digital atau QRIS dibanding uang tunai sebagai langkah keamanan.

Nailul Huda juga menilai transaksi perdagangan daring berpeluang ikut tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat pada periode Ramadan hingga Idulfitri.