BERITA TERKINI
Rencana Lapisan Tarif Cukai Baru Dinilai Berpotensi Mengubah Persaingan Emiten Rokok

Rencana Lapisan Tarif Cukai Baru Dinilai Berpotensi Mengubah Persaingan Emiten Rokok

Rencana penambahan satu lapisan tarif cukai rokok diproyeksikan dapat membawa perubahan signifikan bagi industri rokok nasional. Analisis Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, menilai kebijakan tersebut berpotensi menggeser peta persaingan pada level produk atau stock keeping unit (SKU), terutama di segmen rokok low hingga ultra-low.

Dampak awal yang diharapkan dari kebijakan ini adalah membaiknya pasar rokok legal. Peningkatan volume permintaan dinilai berpeluang terjadi, terutama jika konsumen yang sebelumnya mengakses produk ilegal beralih ke produk legal.

Namun, kebijakan ini juga diperkirakan memunculkan konsekuensi lanjutan berupa bertambahnya jumlah SKU di segmen harga rendah. Kondisi tersebut dinilai berisiko memicu persaingan harga yang lebih ketat, khususnya pada produk yang selama ini mengandalkan volume besar dengan margin tipis.

Ratih menilai perang harga menjadi salah satu risiko utama yang dapat menekan profitabilitas emiten rokok. Dengan demikian, dampak kebijakan ini terhadap kinerja keuangan secara keseluruhan disebut bersifat trade-off antara potensi pertumbuhan volume dan tekanan margin.

Dari sisi sentimen pasar, produsen yang memiliki portofolio rokok murah dan dikelola dalam skala besar dinilai berpeluang memperoleh manfaat lebih besar. Keunggulan skala produksi, efisiensi biaya, serta jaringan distribusi yang luas memungkinkan emiten menyerap peningkatan permintaan meski margin relatif terbatas. Karena itu, kemampuan manajemen menjaga efisiensi biaya disebut menjadi faktor krusial untuk mempertahankan kinerja keuangan.

Dalam konteks peluang saham, kebijakan ini dinilai berimplikasi positif dalam jangka menengah karena mendorong legalisasi rokok murah yang sebelumnya beredar secara ilegal. Salah satu emiten yang disebut berpotensi diuntungkan adalah PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), yang dinilai memiliki posisi sebagai pemain legal mapan dengan dukungan merek dan distribusi yang kuat.

Saham WIIM tercatat telah menguat sekitar 106% sejak pertengahan September 2025, seiring komitmen pemerintah dalam memberantas rokok ilegal. Berdasarkan analisis teknikal per 15 Januari 2026, WIIM direkomendasikan dengan strategi beli di area Rp1.710, dengan target harga pada level resistance Rp1.900. Sementara itu, area support yang perlu diperhatikan berada di kisaran Rp1.500.

Pergerakan tersebut disebut mencerminkan optimisme pasar terhadap potensi penyesuaian struktur industri rokok di tengah kebijakan cukai yang baru.