Ancaman kredit macet masih membayangi industri fintech lending di tengah prospek ekonomi yang diperkirakan tetap menantang pada tahun ini. Kondisi tersebut membuat laju pertumbuhan penyaluran pinjaman diprediksi melambat, seiring upaya pelaku industri menjaga portofolio bisnis agar lebih sehat.
Tingginya risiko kredit tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90). OJK mencatat TWP90 fintech lending mencapai 4,32% pada akhir 2025. Angka ini meningkat dibandingkan posisi akhir 2024 yang berada di level 2,60%.

