BERITA TERKINI
Rupiah Melemah Tipis, IHSG Cetak Rekor Tertinggi di Awal Perdagangan Selasa

Rupiah Melemah Tipis, IHSG Cetak Rekor Tertinggi di Awal Perdagangan Selasa

Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Selasa pagi (20/1/2026), dengan posisi hampir menyentuh Rp 17.000 per dollar Amerika Serikat (AS). Rupiah tercatat melemah 0,14 persen menjadi Rp 16.978 per dollar AS dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya di Rp 16.955 per dollar AS.

Penurunan rupiah sejalan dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia terhadap dollar AS. Won Korea Selatan melemah 0,35 persen, dollar Taiwan turun 0,20 persen, baht Thailand dan dollar Singapura masing-masing terdepresiasi 0,05 persen, dollar Hong Kong turun 0,01 persen, dan peso Filipina melemah 0,003 persen terhadap dollar AS.

Sementara itu, beberapa mata uang kawasan justru menguat, seperti ringgit Malaysia naik 0,06 persen, yen Jepang menguat 0,04 persen, dan yuan China terapresiasi 0,03 persen terhadap dollar AS.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah berpotensi menguat terhadap dollar AS dalam jangka pendek. Hal ini didorong oleh tekanan yang dialami dollar AS akibat aksi jual obligasi pemerintah Amerika Serikat oleh investor. Namun, penguatan rupiah diprediksi bersifat terbatas karena pelaku pasar masih menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan digelar dalam waktu dekat.

Dalam kondisi tersebut, Lukman memproyeksikan pergerakan rupiah berada dalam kisaran Rp 16.900 hingga Rp 17.000 per dollar AS.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dollar AS yang kembali tertekan oleh aksi jual obligasi AS oleh investor. Namun penguatan diperkirakan terbatas mengingat investor masih wait and see menantikan RDG BI besok. Range Rp 16.900- Rp 17.000,” ujar Lukman kepada Kompas.com.

IHSG Catat Rekor Tertinggi di Awal Perdagangan

Berbeda dengan rupiah yang melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru membuka perdagangan Selasa pagi dengan mencatat rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka pada level 9.156,19 dan bergerak fluktuatif pada awal sesi perdagangan.

Hingga beberapa saat setelah pembukaan, indeks berada di posisi 9.144,78, menguat 10,91 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya di 9.133,87. Pada penutupan sesi Senin, IHSG menguat 58,46 poin atau 0,64 persen.

Selama sesi awal perdagangan hari ini, IHSG bergerak di rentang 9.126,84 sebagai level terendah dan 9.169,87 sebagai level tertinggi. Aktivitas transaksi terpantau cukup tinggi dengan volume perdagangan mencapai 7,99 miliar saham dan nilai transaksi sekitar Rp 3,43 triliun, melalui 477.338 kali transaksi.

Secara sektoral, dari total saham yang diperdagangkan, 280 saham mengalami penguatan, 244 saham melemah, dan 174 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pagi ini mencapai sekitar Rp 16.656,76 triliun.