Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan dunia untuk mewaspadai dampak konflik yang terus memanas di Timur Tengah. Ia menilai, apabila perang di kawasan tersebut tidak segera berakhir, kondisi ekonomi global berpotensi memburuk.
SBY menyampaikan bahwa ketegangan yang berlangsung berkepanjangan dapat memicu krisis baru dengan dampak yang luas. Menurutnya, situasi tersebut juga berisiko memengaruhi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan SBY dalam acara “Supermentor 28” yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta, Selasa (14/4).