Semarang – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ir. Sri Puryono KS MP, menghadiri acara pisah sambut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah yang digelar di Hotel Harris Sentraland Semarang pada Kamis (9/8/2018). Acara tersebut menandai peralihan jabatan dari Margo Yuwono kepada Sentot Bangun Widoyono sebagai Kepala BPS Jawa Tengah yang baru.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Sri Puryono memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Margo Yuwono atas kerja sama dan sinergi yang terjalin selama tiga tahun terakhir antara BPS dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kolaborasi ini dinilai berkontribusi pada keberhasilan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah meraih penghargaan TPID terbaik nasional se-Jawa-Bali selama tiga tahun berturut-turut.
Selain itu, Sri Puryono mengapresiasi kemudahan komunikasi dan respons cepat dari Margo dalam penyediaan data statistik yang dibutuhkan, sehingga mendukung kelancaran pelaksanaan program pembangunan di Jawa Tengah. Ia berharap meskipun Margo kini bertugas di Jakarta, hubungan kerja sama tetap terjaga.
Untuk Kepala BPS Jawa Tengah yang baru, Sentot Bangun Widoyono, Sekda meminta agar program-program yang telah dirintis oleh pendahulunya dapat diteruskan dan dikembangkan. Ia menekankan pentingnya pendekatan sistem ATM – amati, tambah, dan modifikasi – guna meningkatkan hasil kerja BPS di Jawa Tengah.
"Buat Pak Sentot, apa yang sudah dirintis oleh Pak Margo tinggal melanjutkan saja. Pokoknya sistem ATM saja, amati, kemudian ditambahi, dan mengimplementasikan atau memodifikasi," ujar Sri Puryono.
Lebih lanjut, mantan Kepala Dinas Kehutanan Jawa Tengah ini mengharapkan sinergi dan komunikasi yang selama ini terjalin antara BPS, Pemprov Jawa Tengah, BI, dan OJK dapat terus dibangun dan ditingkatkan, khususnya dalam mendukung TPID dan upaya penurunan angka kemiskinan di provinsi tersebut.
Meski Jawa Tengah mencatat penurunan angka kemiskinan tertinggi di tingkat nasional pada tahun ini, angka kemiskinan di provinsi itu masih sebesar 11,32 persen, lebih tinggi dari angka nasional yang mencapai 9,82 persen.
Sementara itu, dalam sambutan perpisahan, Margo Yuwono mengungkapkan kesan mendalam saat awal menjabat Kepala BPS Jawa Tengah pada 2016, terutama ketika meminta dukungan gubernur untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016. Ia mengapresiasi respons cepat dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang melibatkan seluruh jajaran dalam peluncuran sensus tersebut.
Margo juga menyampaikan bahwa Jawa Tengah menjadi provinsi terbaik dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 berdasarkan informasi dari pusat. Menurutnya, keberhasilan Pemprov Jawa Tengah meraih penghargaan TPID terbaik se-Jawa-Bali merupakan hasil dari komunikasi dan kerja sama yang baik antara BPS, pemerintah daerah, BI, dan OJK.
Kolaborasi antara BPS sebagai penyedia data, Bappeda sebagai perencana, dan Pemprov Jawa Tengah sebagai pelaksana program, berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan. Pada Maret 2018, Jawa Tengah mencatat penurunan kemiskinan terbesar di Indonesia, yakni sebanyak 300.009 jiwa, hampir setengah dari total penurunan nasional sebesar 633 ribu jiwa.
Dalam pesannya kepada Kepala BPS Jawa Tengah yang baru, Margo mengimbau agar komunikasi dengan pemerintah daerah terus dijaga dan ditingkatkan. Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan pelayanan BPS dalam penyediaan data bagi masyarakat dan pemerintah.
"Semangat melayani adalah motto kita bersama, bagaimana kita melayani pemerintah dan masyarakat agar apa yang kita kerjakan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara," pungkas Margo Yuwono.