BERITA TERKINI
Sekda Sulsel Nilai FKIJK Berperan Strategis Menentukan Arah Ekonomi Daerah

Sekda Sulsel Nilai FKIJK Berperan Strategis Menentukan Arah Ekonomi Daerah

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menghadiri kegiatan silaturahmi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Acara tersebut berlangsung di Ballroom Sultan Hasanuddin, Kantor OJK Sulselbar, pada Senin, 9 Maret 2026.

Kegiatan ini mempertemukan regulator, pelaku industri jasa keuangan, dan pemerintah daerah dalam suasana Ramadan. Pertemuan itu ditujukan untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Jufri mengapresiasi keberadaan FKIJK yang dinilainya memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan sektor keuangan di daerah. Ia menyebut forum ini dapat menjadi penentu arah ekonomi Sulawesi Selatan ke depan.

“Organisasi ini yang akan menentukan arah ekonomi Sulawesi Selatan dan Indonesia kedepan. Kalau semua anggota forum merumuskan kebijakan, insya Allah apa yang diinginkan pemerintah bisa terwujud,” kata Jufri.

Menurutnya, FKIJK menjadi ruang koordinasi yang efektif bagi pelaku industri keuangan untuk bertukar informasi dan mencari solusi bersama atas berbagai persoalan di sektor keuangan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas peran FKIJK dan OJK dalam mendukung upaya tersebut.

Jufri menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap forum komunikasi industri jasa keuangan itu. Ia menilai FKIJK bukan hanya wadah silaturahmi, tetapi juga sarana untuk memperkuat koordinasi antarpelaku industri keuangan di bawah pengawasan OJK.

“FKIJK itu kan komunitas, dan saya kira itu keberadaannya sangat positif. Kenapa? Karena disamping OJK ini mengawasi bisnis perbankan dan bisnis keuangan, tentu komunitas ini juga menjadi ajat silaturahmi, saling berbagi info, dan seterusnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, komunikasi terbuka dan kolektif melalui forum tersebut dapat membantu penyelesaian persoalan yang muncul di sektor keuangan. “Sehingga persoalan-persoalan sulit yang mungkin kalau tidak dibicarakan secara kolegal, bisa menjadi lebih rumit lagi dengan melalui keberadaan FKIJK ini bisa dijadikan sarana untuk penyelesaian,” tambahnya.

Jufri juga menilai peran OJK bersama pelaku industri jasa keuangan penting dalam mendorong peningkatan inklusi keuangan serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Sejalan dengan itu, kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan disebut menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data per Januari 2026, total aset perbankan di Sulawesi Selatan mencapai Rp212,19 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp145,27 triliun, sementara penyaluran kredit mencapai Rp173,03 triliun.

Pertumbuhan kredit tercatat 5,56 persen secara tahunan (year on year). Adapun rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) berada di angka 3,76 persen, yang menunjukkan risiko kredit masih terkendali.