BERITA TERKINI
Teten Masduki: Daya Beli Turun Tekan Omzet UMKM, NPL Naik di Atas 4 Persen

Teten Masduki: Daya Beli Turun Tekan Omzet UMKM, NPL Naik di Atas 4 Persen

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan penurunan daya beli masyarakat turut memukul kinerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut indeks bisnis UMKM ikut melemah seiring turunnya kemampuan belanja masyarakat.

“Pertengahan tahun lalu, indeks bisnis UMKM itu turun karena daya beli masyarakat turun,” kata Teten saat ditemui di sela agenda Cerita Nusantara di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 27 September 2024.

Omzet turun, kredit bermasalah meningkat

Teten menjelaskan, melemahnya daya beli berdampak langsung pada penurunan omzet pelaku UMKM. Kondisi tersebut, menurut dia, juga berimbas pada kenaikan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di segmen UMKM.

“Kalau daya beli masyarakat, omsetnya kan turun. Sehingga NPL yang tadinya di bawah 3 persen sekarang di atas 4 persen,” ujar Teten.

Indikasi pelemahan daya beli

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi bulanan sebesar 0,18 persen pada Juli 2024, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di level 106,09. Deflasi tersebut terjadi selama tiga bulan berturut-turut dan disebut sebagai indikator melemahnya daya beli masyarakat.

Penurunan daya beli, terutama pada kelompok kelas menengah, disebut sudah terlihat sejak perayaan Idul Adha pada Juni 2024. Pelemahan juga tampak pada periode Lebaran, yang tercermin dari indeks penjualan riil Bank Indonesia pada April 2024 yang mengalami kontraksi tahunan sebesar 2,7 persen.

Jumlah kelas menengah menurun

BPS juga mencatat porsi penduduk kelas menengah menurun sejak pandemi Covid-19. Dari 57,33 juta orang (21,45 persen) pada 2019, jumlahnya menjadi 47,85 juta orang (17,13 persen) pada 2024, atau turun hampir 10 juta orang.

Penurunan tersebut menjadi perhatian BPS karena kelompok kelas menengah dinilai memiliki peran penting dalam perekonomian. “Kelas menengah memiliki peran yang sangat krusial sebagai bantalan ekonomi suatu negara," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 30 Agustus 2024.