Universitas Putra Bangsa (UPB) menyelenggarakan webinar internasional bertajuk Navigating Global Economic Challenges in the Era of Uncertainty and Digital Transformation pada Rabu (15/4/2026). Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom itu diikuti akademisi dan mahasiswa dari berbagai institusi.
Webinar dibuka secara resmi oleh Dr Harini Apriliya Setyawati SE MSi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa forum tersebut merupakan bagian dari upaya kampus memperluas wawasan global sekaligus memperkuat jejaring akademik di tengah dinamika ekonomi dunia.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan ruang diskusi global yang mampu memperluas wawasan serta memperkuat kolaborasi akademik di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari dalam dan luar negeri yang membahas isu strategis terkait tantangan ekonomi global dan percepatan transformasi digital.
Pembicara pertama, Prof Dr Wei-Hwa Pan dari National Yunlin University of Science and Technology, menyoroti peran pendidikan tinggi dalam menghadapi tantangan ekonomi global. “Higher education must play a strategic role in preparing adaptive and innovative human resources to respond to global economic challenges,” tegasnya.
Selanjutnya, Assoc Prof Dr M Elfan Kaukab dari Universitas Sains Al-Quran membahas dampak transformasi digital terhadap perekonomian global. Ia menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya memengaruhi model bisnis, tetapi juga cara ekonomi bertumbuh dan bersaing. “Digital transformation is not only changing business models, but also redefining how economies grow and compete globally,” jelasnya.
Sementara itu, Assoc Prof Dr Sulis Riptiono dari Universitas Putra Bangsa mengulas ketidakpastian ekonomi global serta risiko yang dihadapi negara dan pelaku usaha. “Ketidakpastian ekonomi global menuntut setiap negara dan pelaku usaha untuk tidak hanya adaptif, tetapi juga memiliki strategi mitigasi risiko yang kuat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta. Salah satu peserta, Arya, mengajukan pertanyaan mengenai arah perubahan ekonomi global di tengah pergeseran dari globalisasi menuju deglobalisasi. Ia menanyakan apakah strategi seperti China+1, relokasi produksi, dan penguatan kepatuhan benar-benar memperkuat ketahanan jangka panjang atau justru memindahkan risiko ke kawasan lain, termasuk Asia Tenggara dan Indonesia.
Melalui forum tersebut, UPB menyatakan kegiatan ini menjadi ruang ilmiah untuk memperkaya pemahaman peserta atas perkembangan ekonomi global sekaligus memperkuat kolaborasi lintas institusi dan negara, terutama dalam konteks transformasi digital.