Jakarta – PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) menyiapkan ekspansi bisnis setelah mencatatkan sahamnya di pasar modal. Salah satu langkah yang disiapkan perusahaan adalah melakukan merger dan akuisisi, sebagaimana disampaikan investor strategis MERI, Hermanto Tanoko.
Hermanto mengatakan rencana merger dan akuisisi tersebut ditujukan untuk mendongkrak kinerja keuangan perusahaan. Selain itu, MERI juga akan memperluas jaringan cabang dan menambah program edukasi non-formal. “Prospek bisnis pasti bagus, karena kami akan melakukan merger dan akuisisi. Kami akan terus menambah cabang-cabang dan juga akan memberi tambahan-tambahan edukasi non-formal yang tentu berguna bagi masyarakat Indonesia,” ujar Hermanto di Jakarta.
Hermanto menjadi investor strategis MERI melalui PT Tancorp Investama Mulia dengan kepemilikan 200 juta saham atau setara 25%. Dukungan Hermanto terhadap MERI disebut telah berjalan sejak 2024 saat masuk sebagai strategic partner. Menurutnya, keterlibatan Tancorp di MERI merupakan bagian dari langkah perluasan portofolio.
Seiring MERI melantai di bursa, jumlah portofolio emiten di Tancorp mencapai sembilan emiten. Hermanto juga menyatakan akan tetap aktif mendukung ekspansi dan pertumbuhan MERI setelah IPO, serta membuka kemungkinan meningkatkan porsi kepemilikannya.
Dalam penawaran umum perdana, MERI melepas 235.132.500 saham ke publik atau setara 2.351.325 lot. Berdasarkan fixed allotment atau penjatahan pasti, saham MERI mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 8,44 kali.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan total pesanan saham MERI mencapai 1.984.985.600 lembar saham, dari rencana 235,13 juta saham atau setara 22,72% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. MERI mematok harga IPO Rp128 per saham, sehingga menghimpun dana Rp30,09 miliar.
Perusahaan menyatakan dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dua entitas anak, yakni PT Merry Riana Edukasi Delapan dan PT Merry Riana Akademi Tujuh. Dalam prospektus, 65% dana IPO dialokasikan kepada PT Merry Riana Edukasi Delapan, sementara 35% sisanya disalurkan ke PT Merry Riana Akademi Tujuh.
Founder sekaligus Komisaris Utama MERI, Merry Riana, sebelumnya juga menyampaikan bahwa perseroan membuka kemungkinan menjalankan aksi korporasi lanjutan setelah IPO. Aksi yang disasar antara lain akuisisi perusahaan pendidikan yang sevisi dan sejalan. “Growth anorganic yakni akuisisi perusahaan yang se-visi dan sejalan. Untuk ekspansi ada kombinasi yang bisa dilakukan,” kata Merry.
Merry menilai keputusan IPO tetap tepat meski situasi global diliputi ketidakpastian. “Justru kalau kami menunggu saat yang tepat, ya itu tidak akan pernah terjadi. Memang situasi sekarang tidak baik-baik saja, kita harus tetap hati-hati, tapi bukan berarti kita harus berhenti,” ujarnya.

