Kantor Pemerintah Vietnam mengeluarkan pemberitahuan yang merangkum kesimpulan Wakil Perdana Menteri Nguyen Hoa Binh terkait pengembangan infrastruktur teknologi informasi (TI) bagi Pusat Keuangan Internasional di Vietnam.
Dalam pemberitahuan tersebut, pemerintah menegaskan TI merupakan komponen penting bagi Pusat Keuangan Internasional dan perlu diterapkan secara mendesak. Pendekatan yang diminta adalah segera dijalankan tanpa menunggu kondisi sempurna, disertai perbaikan berkelanjutan. Pengembangan juga diarahkan untuk memanfaatkan sistem yang sudah ada, sambil tetap berinvestasi pada sistem baru atau membeli solusi dari pemasok internasional yang bereputasi.
Wakil Perdana Menteri menginstruksikan Komite Rakyat Kota Ho Chi Minh untuk memimpin dan berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait guna segera melaksanakan sejumlah tugas. Salah satunya adalah membentuk kelompok kerja untuk menyusun rencana pengembangan sistem TI Pusat Keuangan Internasional di Vietnam, dengan melibatkan perwakilan dari Kementerian Sains dan Teknologi, Bank Negara Vietnam, Kementerian Keuangan, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya. Rencana tersebut ditargetkan rampung paling lambat Mei 2026.
Selain itu, pemilihan mitra dalam pembangunan sistem TI diarahkan untuk menghasilkan sistem yang terpadu, aman, dan tersinkronisasi, sehingga dapat digunakan bersama antarinstansi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Terkait urutan pelaksanaan, tahap awal difokuskan pada penerapan sistem TI yang melayani operasional Dewan Eksekutif dan Badan Eksekutif Pusat Keuangan Internasional di kedua kota, serta penyelenggaraan layanan publik, pendaftaran keanggotaan, dan pengelolaan situs web Dewan Eksekutif. Untuk jangka panjang, investasi sistem TI akan mengacu pada Proyek Pengembangan Sistem Teknologi Informasi Pusat Keuangan Internasional di Vietnam yang disusun oleh Komite Rakyat Kota Ho Chi Minh.

