Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha untuk mendorong percepatan pembangunan. Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi dalam Musrenbang Dunia Usaha Kabupaten Solok Selatan yang digelar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Pesona Alam Sangir, Rabu (1/4/2026). Dalam forum itu, Yulian Efi menyampaikan bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan aktif dunia usaha karena kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terbatas.
“Kita butuh kolaborasi dengan dunia usaha agar pembangunan bisa berjalan lebih cepat dan optimal,” ujar Yulian Efi.
Ia menjelaskan, Musrenbang Dunia Usaha menjadi wadah strategis untuk menghimpun masukan sekaligus menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah dengan kontribusi sektor swasta. Salah satu jalur kontribusi yang disorot adalah melalui Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).
Yulian Efi juga mengapresiasi peran perusahaan yang selama ini telah berkontribusi dalam pembangunan daerah, baik melalui pembayaran pajak dan retribusi, penyerapan tenaga kerja, maupun program TJSLP. Meski demikian, ia menilai sinergi yang sudah terbangun masih perlu diperkuat agar manfaatnya lebih terasa dan terarah.
Menurutnya, capaian kinerja makro Kabupaten Solok Selatan pada 2025 menunjukkan tren positif. Namun, sebagian indikator masih berada di bawah rata-rata Provinsi Sumatera Barat, sehingga menjadi tantangan yang perlu dijawab bersama.
“Secara mikro, kita masih menghadapi persoalan kualitas sumber daya manusia, keterbatasan aksesibilitas, dan infrastruktur,” kata Yulian Efi.