BERITA TERKINI
20 Ide Bisnis Kuliner Menjanjikan di Indonesia, dari Kedai Kopi hingga Dessert Box

20 Ide Bisnis Kuliner Menjanjikan di Indonesia, dari Kedai Kopi hingga Dessert Box

Bisnis kuliner dinilai tetap menjadi salah satu sektor yang terus berkembang di Indonesia. Beragamnya selera masyarakat dan tingginya minat terhadap makanan maupun minuman membuat peluang usaha di bidang ini terbuka lebar, baik untuk skala kecil hingga menengah. Berikut 20 contoh bisnis kuliner yang disebut berpotensi untuk dikembangkan, lengkap dengan gambaran modal awal dan perkiraan omzet per bulan.

1. Kedai kopi kekinian
Kedai kopi dengan suasana nyaman dan menu yang bervariasi disebut banyak diminati, terutama kalangan anak muda. Modal awal diperkirakan Rp 50–100 juta dengan omzet Rp 10–20 juta per bulan.

2. Bakso premium
Bakso dengan bahan baku premium dan tambahan topping menjadi variasi yang dinilai dapat meningkatkan nilai jual. Modal awal Rp 20–50 juta, dengan omzet Rp 5–10 juta per bulan.

3. Mie ayam spesial
Mie ayam dengan tambahan seperti pangsit goreng atau bakso disebut tetap memiliki pasar yang stabil. Modal awal Rp 10–30 juta, omzet Rp 3–7 juta per bulan.

4. Es kopi jelly
Minuman es kopi dengan tambahan jelly disebut menjadi tren, terutama di wilayah perkotaan. Modal awal Rp 5–15 juta, omzet Rp 2–5 juta per bulan.

5. Martabak manis dan asin modern
Martabak dengan topping modern seperti keju atau green tea dinilai dapat menarik konsumen baru. Modal awal Rp 15–30 juta, omzet Rp 5–10 juta per bulan.

6. Ayam geprek
Menu ayam geprek dengan sambal pedas dan ayam crispy disebut masih digemari. Modal awal Rp 10–25 juta, omzet Rp 4–8 juta per bulan.

7. Bubur ayam komplit
Bubur ayam dengan topping lengkap seperti cakwe dan telur disebut cocok untuk pasar sarapan. Modal awal Rp 5–15 juta, omzet Rp 2–4 juta per bulan.

8. Sushi roll
Sushi roll dengan harga terjangkau dan penyesuaian rasa lokal disebut dapat menjangkau pasar lebih luas. Modal awal Rp 20–40 juta, omzet Rp 5–10 juta per bulan.

9. Pizza mini
Pizza berukuran mini dinilai cocok dijual di sekitar sekolah atau kampus sebagai camilan. Modal awal Rp 10–20 juta, omzet Rp 3–6 juta per bulan.

10. Es krim aneka rasa
Es krim dengan varian rasa unik seperti durian atau matcha disebut dapat menarik minat konsumen. Modal awal Rp 15–30 juta, omzet Rp 4–8 juta per bulan.

11. Nasi goreng seafood
Nasi goreng dengan isian seafood dan bahan segar disebut tetap dicari sebagai menu makanan berat. Modal awal Rp 10–25 juta, omzet Rp 3–6 juta per bulan.

12. Kafe dengan konsep unik
Kafe bertema, misalnya retro atau alam, disebut berpeluang menjadi tempat berkumpul yang diminati. Modal awal Rp 100–200 juta, omzet Rp 20–40 juta per bulan.

13. Kue tradisional modern
Kue tradisional dengan kemasan modern disebut dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya tarik. Modal awal Rp 10–20 juta, omzet Rp 3–6 juta per bulan.

14. Bento box
Bento box dinilai cocok untuk pasar perkantoran karena praktis dan dapat dibuat lebih sehat. Modal awal Rp 15–30 juta, omzet Rp 5–10 juta per bulan.

15. Minuman boba
Minuman boba dengan varian rasa seperti brown sugar atau taro disebut masih memiliki peminat. Modal awal Rp 20–40 juta, omzet Rp 5–12 juta per bulan.

16. Sate taichan
Sate taichan disebut sedang tren dengan cita rasa pedas dan dianggap lebih ringan. Modal awal Rp 10–20 juta, omzet Rp 3–7 juta per bulan.

17. Kebab Turki
Kebab dengan isian daging dan sayuran segar disebut cocok dijual di area ramai. Modal awal Rp 15–30 juta, omzet Rp 4–8 juta per bulan.

18. Roti bakar isi aneka rasa
Roti bakar dengan isian seperti cokelat atau keju disebut cocok untuk segmen camilan. Modal awal Rp 5–10 juta, omzet Rp 2–4 juta per bulan.

19. Catering sehat
Catering dengan menu rendah kalori dan bergizi disebut menyasar konsumen yang peduli kesehatan. Modal awal Rp 20–50 juta, omzet Rp 10–20 juta per bulan.

20. Dessert box
Dessert box dengan kemasan menarik disebut cocok dipasarkan secara online. Modal awal Rp 10–20 juta, omzet Rp 3–6 juta per bulan.

Sejumlah pilihan usaha tersebut disebut memiliki peluang pasar yang besar, dengan catatan hasilnya bergantung pada lokasi serta strategi pemasaran yang diterapkan. Calon pelaku usaha dapat memilih model bisnis yang sesuai dengan modal, target konsumen, dan kemampuan operasional.