Jakarta—Permintaan pembiayaan di industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) diperkirakan meningkat tajam selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Kenaikan tersebut didorong oleh kebutuhan konsumtif masyarakat yang biasanya menguat pada periode hari raya.
Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar memperkirakan permintaan pembiayaan berpotensi naik hingga dua kali lipat dibandingkan rata-rata bulan biasa. “Karena permintaan pasti bisa double dibanding bulan-bulan biasa,” kata Entjik, Minggu (8/3).
Menurut Entjik, Ramadan hingga Lebaran kerap menjadi momentum meningkatnya kebutuhan dana masyarakat, mulai dari konsumsi rumah tangga, belanja hari raya, hingga dana talangan jangka pendek.
Meski permintaan diprediksi meningkat, AFPI mengimbau perusahaan anggota tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pinjaman. Entjik menegaskan strategi industri pindar perlu mengedepankan pendekatan konservatif, terutama di tengah tantangan ekonomi global dan domestik yang masih membayangi sepanjang 2026.
Ia menyebut pengetatan analisis kelayakan kredit, khususnya pada credit scoring, perlu dilakukan. “Sehingga kita juga harus melakukan pengetatan pada seluruh analisis kelayakan kredit, terutama pada credit scoring. Pasalnya, ke depan kondisi ekonomi masih belum stabil,” ujarnya.
AFPI juga mendorong penguatan sistem pengendalian kredit (credit control). Sejumlah perusahaan pindar disebut mulai memperketat parameter penilaian kelayakan kredit sebagai langkah mitigasi risiko pembiayaan, agar kualitas pinjaman tetap terjaga di tengah tingginya permintaan akses pembiayaan cepat.
Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan tren pertumbuhan sektor ini. Hingga Januari 2026, outstanding pinjaman industri fintech P2P lending tercatat tumbuh 25,52 persen secara tahunan (year-on-year).
Pertumbuhan tersebut mengindikasikan layanan pembiayaan digital masih menjadi salah satu alternatif sumber pendanaan masyarakat, terutama ketika kebutuhan likuiditas meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

