BERITA TERKINI
Amar Bank Perluas Kemitraan Embedded Banking, Janjikan Integrasi Kurang dari Sebulan

Amar Bank Perluas Kemitraan Embedded Banking, Janjikan Integrasi Kurang dari Sebulan

Amar Bank mendorong perluasan layanan embedded banking dengan menggandeng lebih banyak aplikasi dan situs web. Melalui skema ini, pengguna dapat mengakses layanan perbankan seperti transfer, pembayaran, hingga pinjaman langsung dari platform mitra tanpa perlu berpindah aplikasi.

Bank yang berbasis di Jakarta dan terdaftar di bursa ini menawarkan model integrasi plug-and-play melalui software development kit (SDK). Amar Bank menyatakan proses pengembangan dapat dibuat lebih singkat, dengan target integrasi kurang dari satu bulan tanpa pengaturan rumit maupun persyaratan teknis yang berat.

Chief Technology Officer Amar Bank, Kevin Kane, mengatakan SDK tersebut mendukung berbagai platform, termasuk iOS, web, dan Android. Menurutnya, penyedia platform cukup menyiapkan ruang pada tampilan antarmuka pengguna untuk menempatkan widget perbankan yang sudah mencakup fitur tabungan dan pinjaman, serta dapat diintegrasikan ke halaman lain seperti halaman pembayaran. Ia juga menekankan bahwa widget tersebut dapat ditujukan pada platform yang digunakan merchant.

Amar Bank membidik industri dengan basis pengguna besar, seperti e-commerce, aplikasi bisnis, dan platform digital. Salah satu mitra yang telah bekerja sama adalah perusahaan fintech JULO.

Layanan embedded banking ini diklaim dapat disesuaikan dengan kebutuhan klien. Untuk fintech, Amar Bank menawarkan sistem pembayaran berbasis kode QR (quick response) dan settlement bridging loan. Sementara untuk e-commerce, bank menyediakan opsi direct debit dan paylater bagi pembeli, pinjaman usaha bagi merchant, serta settlement bridging bagi mitra dan ekosistem merchant.

Dalam pemantauan kinerja, Amar Bank menggunakan data analytic untuk mengukur dampak layanan terhadap pengguna dan memantau performa secara real-time. Head of Product & Design Function Amar Bank, Gasim Alkaff, menyebut data tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi efisiensi operasional dan pengalaman pengguna, sekaligus membantu tim mengidentifikasi peluang perbaikan secara proaktif.

Bank juga menyiapkan tim khusus untuk dukungan pasca-implementasi. Sebelum implementasi, Amar Bank dan mitra menyepakati metrik keberhasilan utama yang akan diukur, seperti tingkat penggunaan, waktu pengembangan yang dihemat, kepatuhan terhadap regulasi, dan peningkatan tingkat konversi.

Gasim menilai integrasi layanan melalui SDK dapat membantu mengurangi tingkat penurunan pengguna dalam aktivitas seperti pembelian, transaksi, dan pengajuan pinjaman, yang pada akhirnya meningkatkan kepuasan dan retensi pengguna. Amar Bank juga menyatakan berkontribusi dalam memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta terus mengoptimalkan penggunaan AI dalam analisis kredit agar lebih tepat sasaran.

Kevin menambahkan, bank akan terus mengembangkan layanan keuangan digital yang mudah diakses, aman, dan relevan. Pada kuartal ketiga 2024, laba bersih Amar Bank mencapai US$9,25 juta (Rp152,26 miliar), naik 20,37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$7,69 juta (Rp126,49 miliar).