BERITA TERKINI
Anggota DPR Paparkan Data Ekonomi dan Program Pemerintah di Era Presiden Prabowo

Anggota DPR Paparkan Data Ekonomi dan Program Pemerintah di Era Presiden Prabowo

Anggota DPR RI Fraksi PKS Habib Idrus Al Jufri menilai narasi yang belakangan beredar tentang Indonesia seolah mengalami kemunduran tidak sejalan dengan sejumlah data yang ia paparkan. Ia merujuk pada indikator harga pangan, inflasi, dukungan subsidi, program sosial, hingga perkembangan investasi dan pariwisata yang disebut menunjukkan tren perbaikan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Menurutnya, salah satu indikator yang disorot adalah inflasi. Ia menyebut inflasi berada di angka 2,6% pada Januari 2025, lebih rendah dibandingkan 5,5% pada 2022. Dari sisi harga pangan, ia menyatakan harga beras medium pada Februari 2025 stabil di Rp 12.500 per kilogram, lebih rendah dibandingkan lonjakan Rp 14.500 per kilogram pada 2023. Pemerintah juga disebut terus memperkuat Program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga.

Di sektor pertanian, Idrus menyampaikan pemerintah menyalurkan subsidi pupuk sebesar Rp 26,8 triliun pada 2024. Ia menambahkan, pemerintah juga menjalankan program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian untuk meningkatkan produksi dan ketahanan pangan nasional.

Ia juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut telah menjangkau lebih dari 8 juta siswa SD dan SMP. Program ini, menurutnya, ditujukan untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar.

Dari sisi investasi, Idrus menyebut realisasi investasi asing (FDI) mencapai Rp 1.400 triliun pada 2024. Ia mengatakan dorongan investasi terjadi pada sektor manufaktur dan hilirisasi, termasuk industri pangan, yang dinilai membuka peluang bagi petani dan pelaku usaha agribisnis serta berpotensi menambah lapangan kerja.

Terkait kesejahteraan pekerja dan aparatur negara, ia menyampaikan gaji ASN serta TNI-Polri naik 8% pada 2024 dan Tunjangan Hari Raya (THR) tetap dibayarkan penuh. Ia juga menyebut tingkat pengangguran turun dari 5,86% pada Februari 2023 menjadi 5,3% pada Februari 2025.

Dalam bidang layanan keagamaan, Idrus menyinggung penurunan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) dari Rp 93,4 juta pada 2023 menjadi Rp 89,4 juta pada 2024. Ia menyebut penurunan itu terkait efisiensi pengelolaan logistik dan akomodasi. Selain itu, kuota haji disebut bertambah menjadi 241.000 jamaah.

Di sektor energi, ia menyampaikan pemerintah memberikan subsidi listrik sebesar Rp 75,2 triliun bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menyebut 37 juta pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA dan 900 VA tetap menerima subsidi. Program Indonesia Terang juga disebut meningkatkan rasio elektrifikasi menjadi 99,7% pada awal 2025.

Idrus turut memaparkan kinerja pariwisata. Ia menyebut kunjungan wisatawan mancanegara meningkat 35% pada 2024, didorong pembukaan rute penerbangan baru dan promosi wisata. Menurutnya, sektor pariwisata menyerap lebih dari 2,1 juta tenaga kerja baru, terutama di destinasi seperti Bali, Labuan Bajo, dan Danau Toba, seiring peningkatan investasi pariwisata dan infrastruktur.

Berdasarkan rangkaian data tersebut, Idrus menyimpulkan bahwa anggapan Indonesia mengalami kemunduran tidak didukung oleh fakta yang ia sampaikan. Ia menilai berbagai program dan indikator yang dipaparkan menunjukkan kondisi yang lebih stabil dan sejumlah capaian di berbagai sektor.