Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara nasional hingga 28 Februari 2026 masih tercatat solid. Pendapatan negara telah mencapai Rp358 triliun, sementara realisasi belanja negara berada di kisaran Rp493,8 triliun.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Papua Barat, Moch Abdul Kobir, menyampaikan bahwa kinerja APBN baik di tingkat nasional maupun regional tetap terjaga dan memberikan dampak positif bagi perekonomian. Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa, 17 Maret 2026.
Dengan capaian tersebut, APBN dinilai tetap menjalankan peran strategis sebagai instrumen stabilisasi ekonomi, sekaligus mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas pembangunan pemerintah di tengah dinamika ekonomi global.
Di tingkat regional, kinerja fiskal Papua Barat juga menunjukkan tren yang cukup baik. Hingga akhir Februari 2026, realisasi APBN di wilayah ini menggambarkan peran anggaran negara yang bekerja langsung di daerah melalui penerimaan negara, belanja pemerintah pusat, serta transfer ke daerah.
Pendapatan negara di Papua Barat tercatat sekitar Rp263,1 miliar. Kontribusi terbesar masih berasal dari sektor perpajakan yang menjadi tulang punggung penerimaan negara di wilayah tersebut.
“Secara nasional, kinerja APBN hingga akhir Februari 2026 masih menunjukkan performa yang kuat, dan di Papua Barat sendiri realisasinya juga cukup baik, khususnya dari sisi pendapatan negara yang didominasi oleh sektor perpajakan,” ujar Kobir.
Ia menambahkan, keberlanjutan kinerja APBN yang positif diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah serta mendorong percepatan pembangunan di Papua Barat.