Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai daya saing dunia usaha dalam negeri masih tertinggal dibanding sejumlah negara lain. Anggota Bidang Kebijakan Publik Apindo, Ajib Hamdani, menyebut ada empat faktor utama yang mendorong tingginya biaya berusaha atau high cost economy di Indonesia.
Ajib mengatakan produk Indonesia kini tidak hanya berhadapan dengan persaingan dari China dan Vietnam, tetapi juga dari Kamboja dan Thailand. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan mendasar yang memengaruhi tingkat daya saing.
“Artinya kompetitiveness-nya kita itu punya problem, kita capture ada 4 hal utama yang membuat kita adanya high cost economy,” kata Ajib dalam Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026, Kamis (12/2/2026).
Faktor pertama adalah biaya logistik. Ajib menyebut porsi biaya logistik di Indonesia masih berada di kisaran 14–18% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka ini dinilai lebih tinggi dibanding negara lain yang berada di level 8–10%. Tingginya ongkos logistik tersebut disebut membebani harga pokok produksi dan pada akhirnya memengaruhi harga jual barang.
Faktor kedua adalah biaya energi. Ajib menilai biaya energi di Indonesia masih relatif mahal jika dibandingkan dengan negara pesaing, seperti Vietnam.

