Program Ramadhan Vaganza edisi Jumat, 6 Maret 2026 atau bertepatan dengan 16 Ramadan 1447 H, menghadirkan perbincangan seputar dunia usaha kopi bersama pelaku industri lokal di Pontianak. Pada segmen awal, Dipa, Naufal, dan Anwar berbincang dengan Ardya Vinky Divasti, manajer marketing coffee shop 5 CM Coffee.
Dalam siaran yang juga tayang langsung di kanal YouTube Pro 2 Pontianak, Ardya menceritakan perjalanan kariernya di industri food and beverage (FnB). Ia menyebut telah menekuni bidang tersebut sekitar tujuh tahun, berawal dari posisi barista hingga kemudian dipercaya memegang tanggung jawab di manajemen pemasaran.
“Awalnya saya memulai karier sebagai barista. Dari situ lama-lama belajar memahami bagaimana operasional bisnis berjalan, sampai akhirnya dipercaya mengelola bagian marketing,” kata Ardya.
Pembahasan kemudian mengarah pada dinamika membangun brand di tengah persaingan bisnis kopi yang kian ramai. Menurut Ardya, tantangan terbesar dalam pemasaran tidak hanya soal mempromosikan produk, tetapi juga memahami kebiasaan konsumen serta karakter pasar yang terus berubah.
“Di awal membangun brand itu yang paling sulit adalah mengubah kebiasaan orang. Kita harus memahami perilaku pasar dulu sebelum menentukan strategi marketing,” ujarnya.
Dalam program yang juga didelay Pro 1 dan Pro 4 Pontianak itu, Ardya menekankan pentingnya menjaga konsistensi konsep dan kualitas produk. Ia menilai, tempat kopi perlu menghadirkan pengalaman yang membuat pelanggan ingin kembali.
Selain strategi pemasaran, Ardya turut menyinggung rencana pengembangan bisnis yang sedang disiapkan. Ia menyebut ada sekitar sepuluh proyek outlet baru yang direncanakan pada tahun ini, baik di Pontianak maupun di wilayah lain.
“Untuk tahun ini ada sekitar sepuluh proyek yang sedang direncanakan. Beberapa di Pontianak dan ada juga yang disiapkan di wilayah lain,” ungkapnya.
Ardya juga menyampaikan rencana kolaborasi dengan sejumlah pihak untuk menghadirkan konsep outlet yang berbeda, termasuk pemanfaatan bangunan yang memiliki nilai sejarah di Kota Pontianak.
Perbincangan tersebut memberi gambaran mengenai proses kreatif di balik pengembangan bisnis kopi yang kini menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda. Pengalaman yang dibagikan Ardya menunjukkan bagaimana perjalanan karier di industri FnB dapat berkembang melalui proses belajar dan adaptasi yang panjang.

