Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan kekosongan posisi Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) yang sebelumnya dijabat Achmad Muchtasyar akan diisi oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Tri Winarno.
Bahlil mengonfirmasi posisi Dirjen Migas saat ini dalam kondisi nonaktif. Namun, ia menyebut belum ada surat atau perintah resmi terkait pencopotan. “Kalau bener copot, itu kan harus pakai Kepres. Jadi sambil berjalan nonaktif,” kata Bahlil saat ditemui di Fairmont Hotel Jakarta, Selasa, 11 Februari 2025.
Jika posisi Dirjen Migas digantikan atau diisi pelaksana tugas oleh Dirjen Minerba, maka Tri Winarno akan mengisi jabatan yang belakangan menjadi sorotan publik. Dalam beberapa waktu terakhir, sektor migas menjadi perhatian, antara lain terkait kebijakan pelarangan warung menjual elpiji 3 kilogram yang menuai protes warga, serta penggeledahan kantor Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM oleh Kejaksaan Agung.
Menurut profil yang tercantum di laman Ditjen Minerba, Tri Winarno lahir di Yogyakarta pada 5 November 1972. Ia menempuh pendidikan sarjana Teknik Pertambangan di Universitas Pembangunan Veteran dan meraih gelar sarjana teknik pada 1997. Ia kemudian melanjutkan studi magister Teknik Geologi di Universitas Gadjah Mada (UGM), serta mengikuti pendidikan di bidang pertambangan di Freiberg University of Mining and Technology pada 2016.
Tri Winarno memulai karier di lingkungan minerba sejak 2005. Ia diangkat menjadi Kepala Seksi Standarisasi Mineral pada 2009 dan pernah menjabat sebagai Direktur Pembinaan Program Minerba. Pada 20 September 2024, ia disebut diangkat menjadi Direktur Mineral dan Batubara.
Di luar struktur kementerian, Tri Winarno juga berkarier di PT Borneo Alumnia Indonesia. Ia pernah menduduki posisi Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral yang disebut diangkat pada 24 Agustus 2022. Ia juga tercatat pernah menjabat Direktur Pembinaan Program Pengusahaan Mineral pada 2022–2024, serta Kepala Subdirektorat Pengawasan Penerimaan Minerba (Analis Kebijakan Ahli Madya) pada 2017–2022.
Sebagai Dirjen Minerba, Tri Winarno disebut memiliki jajaran pejabat yang memimpin bidang masing-masing, di antaranya Sekretaris Dirjen Siti Sumilah Rita Susilawati, Direktur Pembinaan Julian Ambassadur Shiddiq, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Surya Herjuna, Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara Totoh Abdul Fatah, Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Hendra Gunawan, serta Kepala Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara Yose Rizal.
Sementara itu, Kejaksaan Agung sebelumnya menggeledah Kantor Ditjen Migas pada Senin, 10 Februari 2025. Informasi penggeledahan tersebut dibenarkan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Harli Siregar. Penggeledahan berlangsung sejak pukul 11.00 hingga 19.00 WIB di kantor yang beralamat di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Harli mengatakan penggeledahan dilakukan terkait dugaan tindak pidana korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina, sub holding, serta kontraktor kontrak kerja sama, dengan periode perkara 2018–2023. Ruangan yang digeledah meliputi ruangan Direktur Pembinaan Usaha Hilir dan ruangan Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Dalam penggeledahan itu, penyidik menyita lima dus dokumen, 15 gawai, satu laptop, dan empat soft file. Penyidik juga disebut telah memeriksa 70 orang saksi dan satu ahli terkait keuangan negara.

