BERITA TERKINI
Bank Diminta Sesuaikan Layanan Mobile Banking dengan Kebutuhan Milenial dan Gen Z

Bank Diminta Sesuaikan Layanan Mobile Banking dengan Kebutuhan Milenial dan Gen Z

Jakarta — Perbankan dinilai perlu semakin cermat memanfaatkan pangsa pasar generasi milenial dan Gen Z yang sudah terbiasa menggunakan berbagai aplikasi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tren penggunaan mobile banking yang terus meningkat di kelompok ini disebut dapat dioptimalkan melalui inovasi dan solusi yang lebih dekat dengan kebutuhan mereka.

Pengamat Ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, mengatakan bank perlu mengembangkan layanan yang lebih spesifik bagi milenial dan Gen Z. Sejumlah contoh yang ia sebut antara lain fasilitas split bill, tabungan perumahan, hingga fitur perencanaan keuangan pribadi.

Selain itu, Bhima menilai bank juga dapat menjangkau generasi muda yang aktif bertransaksi pada instrumen seperti saham, reksadana, obligasi ritel, dan emas digital. Ia menambahkan, mobile banking tetap dibutuhkan karena pengisian e-wallet yang penggunaannya semakin luas masih dilakukan melalui transfer bank. Berbagai aktivitas transaksi digital, termasuk pembayaran menggunakan QRIS, juga memerlukan dukungan layanan mobile banking.

Kebutuhan layanan cepat dan praktis

Bhima menyebut milenial dan Gen Z memiliki gaya hidup yang serba cepat dan praktis, sehingga cenderung memilih layanan perbankan yang mudah dan efisien. Ia juga menekankan pentingnya bank menggandeng lebih banyak merchant, terutama di wilayah tier 2 dan tier 3, agar fasilitas pembayaran digital seperti QRIS semakin mudah dijangkau generasi muda.

Survei: mayoritas pengguna pembayaran digital berasal dari milenial dan Gen Z

Laporan Khusus Jakpat tentang Tren Fintech Indonesia Semester I 2023 yang melibatkan hampir 1.500 responden berusia 17 hingga 54 tahun di seluruh Indonesia mencatat, 83% responden menggunakan metode pembayaran digital untuk transaksi online dan offline. Dari kelompok tersebut, 52% menggunakan digital banking yang mencakup aplikasi mobile banking dan digital banking dari perbankan. Mayoritas pengguna berasal dari generasi milenial (45%) dan Gen Z (30%).

Dalam riset yang sama, fitur utama yang paling banyak digunakan di mobile banking adalah transfer (63%), Virtual Account (12%), dan top-up e-wallet (10%). Sementara itu, fitur yang paling dicari pengguna meliputi:

  • Fitur pembayaran tagihan yang lengkap (65%)
  • Biaya transfer rendah atau gratis ke bank lain (58%)
  • Fitur pengelolaan keuangan seperti laporan pemasukan dan pengeluaran (54%)

Danamon kembangkan D-Bank PRO untuk segmen muda

Jakpat melakukan riset tersebut bersama Bank Danamon untuk memahami perilaku milenial dan Gen Z dalam menggunakan mobile banking, termasuk kebiasaan membandingkan harga barang atau layanan, mencari fasilitas khusus pada berbagai aplikasi, serta kecenderungan menggunakan lebih dari satu aplikasi mobile banking untuk memaksimalkan keuntungan dari transaksi tertentu.

Chief Digital Officer Bank Danamon, Andreas Kurniawan, mengatakan berdasarkan temuan tersebut Danamon menghadirkan D-Bank PRO yang menyasar segmen milenial dan Gen Z dengan fitur yang disebut up to date, cepat, dan mudah. Danamon berharap langkah ini dapat memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi keuangan terpadu bagi generasi muda.

D-Bank PRO memungkinkan nasabah melakukan transfer ke berbagai bank secara online, dilengkapi fitur BI FAST, serta QRIS di berbagai merchant dengan penawaran cashback hingga Rp1 jutaan per bulan. Aplikasi ini juga menyediakan pembayaran berbagai tagihan, mulai dari listrik dan air hingga layanan publik seperti PBB dan BPJS.

Selain itu, nasabah dapat mengubah transaksi kartu kredit menjadi cicilan hingga 36 bulan melalui fitur My Own Installment untuk membantu pengaturan arus kas. Fitur lain yang tersedia mencakup transaksi valuta asing dengan live rate mulai dari Rp10 ribu, serta layanan proteksi seperti asuransi kendaraan dan kesehatan. Pengguna juga dapat melakukan cek saldo, mengunduh e-statement, mengganti PIN atau kata sandi, serta mengaktifkan atau menonaktifkan biometric login.

Andreas menyatakan transformasi D-Bank PRO didasari pemahaman terhadap kebutuhan generasi muda yang menginginkan layanan perbankan digital yang memudahkan transaksi sekaligus membantu pengelolaan keuangan secara efektif.