BERITA TERKINI
Bank Mandiri Siapkan Rp1,7 Triliun untuk Pengembangan Infrastruktur Teknologi Digital

Bank Mandiri Siapkan Rp1,7 Triliun untuk Pengembangan Infrastruktur Teknologi Digital

Bank Mandiri mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1,7 triliun pada 2020 untuk pengembangan infrastruktur teknologi digital. Langkah ini ditujukan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah dalam mengakses layanan perbankan.

Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri Rico Usthavia mengatakan dana tersebut antara lain digunakan untuk mengganti perangkat keras lama serta meningkatkan teknologi ke sistem yang lebih baru. “Kami replace hardware lama, meng-upgrade teknologi untuk sesuatu yang baru,” kata Rico di Jakarta, Senin.

Pengembangan API untuk konektivitas dengan bisnis digital

Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah penerapan Application Programming Interface (API) guna memudahkan konektivitas Bank Mandiri dengan pelaku bisnis digital. Pengembangan teknologi ini diperkirakan menelan anggaran sekitar 1 juta dolar AS atau sekitar Rp14,8 miliar, dengan asumsi kurs Rp14.800 per dolar AS.

Fokus pada inovasi open banking

Wakil Direktur Bank Mandiri Hery Gunardi menyatakan perseroan akan terus melakukan inovasi, terutama melalui inisiatif open banking. Menurut dia, pendekatan perbankan terbuka diperlukan agar bank dapat mendorong pertumbuhan sektor riil.

Hery menambahkan, pada masa pandemi COVID-19, teknologi digital menjadi keharusan bagi perbankan untuk melayani kebutuhan nasabah. Selain itu, penerapan open banking juga dilakukan dengan mencermati perkembangan ekosistem digital, termasuk pertumbuhan perusahaan perdagangan elektronik (e-commerce) dan perusahaan teknologi keuangan (fintech).

Ia menjelaskan, kemunculan e-commerce dan fintech sempat dianggap mendisrupsi dunia perbankan karena tidak hanya melayani transaksi, tetapi juga menyediakan pembiayaan. Namun, saat ini perbankan, fintech, dan e-commerce disebut telah berkolaborasi untuk saling bertumbuh.

“Kalau kita tidak cepat berubah atau beradaptasi, di zaman disrupsi teknologi ini yang namanya Banking 4.0 dikenal istilah open banking, jadi bank ini tidak hanya hidup sendiri tapi membuka diri, diakses mitra fintech, e-commerce,” kata Hery.