Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur mencatat penghimpunan zakat sepanjang 2025 mencapai Rp20,6 miliar. Capaian tersebut disebut masih belum maksimal jika dibandingkan dengan potensi zakat yang tersedia di daerah.
Menurut penilaian Baznas Kaltim, potensi yang belum tergarap optimal terutama berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) serta sektor dunia usaha. Kelompok-kelompok tersebut dinilai memiliki kontribusi yang bisa lebih besar dalam mendukung penghimpunan zakat di Kalimantan Timur.
Dengan kondisi itu, Baznas Kaltim menilai masih terdapat ruang untuk meningkatkan pengumpulan zakat agar lebih sejalan dengan potensi yang ada, khususnya melalui penguatan partisipasi ASN dan pelaku usaha.

