BERITA TERKINI
BEI Catat 12 Calon Emiten Antre IPO 2026, 11 Di antaranya Beraset Jumbo

BEI Catat 12 Calon Emiten Antre IPO 2026, 11 Di antaranya Beraset Jumbo

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 12 calon emiten yang berada dalam antrean penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Dari jumlah tersebut, mayoritas perusahaan masuk kategori beraset skala besar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hanya satu perusahaan yang masuk kategori aset skala menengah, yakni berkisar Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Adapun 11 perusahaan lainnya masuk kategori aset skala besar, dengan aset di atas Rp 250 miliar.

“Satu perusahaan aset skala menengah, aset antara Rp 50 miliar sampai dengan Rp 250 miliar. 11 perusahaan aset skala besar, aset di atas Rp 250 miliar,” ujar Nyoman kepada wartawan, Sabtu (28/3/2026).

Secara sektoral, 12 calon emiten tersebut berasal dari beragam lini usaha. Tiga perusahaan tercatat berasal dari sektor consumer non-cyclicals. Selain itu, masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor energi dan sektor finansial.

BEI juga mencatat ada dua perusahaan dari sektor healthcare, dua perusahaan dari sektor infrastruktur, dua perusahaan dari sektor teknologi, serta satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.

Aksi korporasi berskala besar tersebut diproyeksikan berlangsung pada 2026, seiring meningkatnya minat perusahaan untuk masuk ke pasar modal.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyampaikan minat perusahaan untuk melantai di bursa terus meningkat dan mulai terlihat jelas untuk tahun ini. Ia mengatakan, Mandiri Sekuritas tengah memantau empat hingga lima perusahaan yang berpotensi melakukan IPO, dan seluruhnya berpeluang masuk pasar modal pada 2026.

“Saya baru lihat IPO ya. Rights issue saya belum lihat, tapi banyak yang benar-benar mau ke capital market sih banyak tahun ini. Saya sih, at least ada empat hingga lima yang kita lagi liatin, itu seharusnya akan masuk ke capital market,” ujar Oki dalam gelaran Economic and Market Outlook 2026 di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Oki menilai, empat hingga lima calon emiten yang dipantau Mandiri Sekuritas baru tahap awal dari pipeline IPO 2026. Ia menyebut pembicaraan dengan perusahaan-perusahaan tersebut masih akan berlanjut, dan jumlah perusahaan yang melantai di pasar modal berpotensi bertambah.

Menurut Oki, optimisme itu juga didorong oleh fakta bahwa daftar tersebut baru berasal dari satu penjamin emisi, belum termasuk pipeline dari underwriter lain. Jika seluruh potensi digabungkan, ia memperkirakan pasar IPO akan lebih ramai dan menarik dibanding tahun sebelumnya.

“IPO kira-kira segitu. Itu baru itu awal ya, belum ngobrol lebih panjang lagi. Jadi menurut saya sih confident. Lagipula itu baru kita ya, belum underwriter yang lain. Jadi seharusnya sih lebih marah, lebih menarik,” pungkasnya.