PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 143.368 orang berdasarkan Single Investor Identification (SID) per 31 Desember 2025.
Kepala BEI Perwakilan NTT Adevi Sabath Sofani mengatakan angka tersebut meningkat signifikan sebesar 72 persen dibandingkan 2024. Menurutnya, para investor di NTT berinvestasi pada berbagai produk pasar modal, antara lain saham, obligasi, reksadana, exchange traded fund (ETF), serta instrumen derivatif lainnya.
Adevi menyebut komposisi investor pasar modal di NTT saat ini didominasi oleh karyawan swasta, serta mahasiswa dan pelajar.
Ia menegaskan BEI terus berkomitmen mendukung agenda reformasi pasar modal nasional melalui penguatan regulasi dan infrastruktur perdagangan. Di tingkat daerah, Kantor Perwakilan BEI NTT menyiapkan sejumlah langkah untuk memperluas kanal edukasi, termasuk pembentukan Galeri Investasi BEI di Pulau Flores, pelaksanaan kegiatan literasi secara rutin, serta kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong edukasi dan inklusi secara masif.
BEI NTT juga menyampaikan harapan agar pertumbuhan investor pada 2026 dapat lebih signifikan, namun tetap sejalan dengan peningkatan literasi dan kemauan belajar investor ritel agar mampu mengambil keputusan investasi secara mandiri, realistis, dan fokus pada perbaikan portofolio apabila terjadi krisis.
Selain itu, BEI NTT merencanakan pendirian empat Galeri Investasi di Kabupaten Manggarai Barat pada Semester I 2026. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat literasi investasi pasar modal sekaligus mendorong inklusi keuangan digital di daerah.
Menurut Adevi, seluruh kegiatan edukasi pasar modal yang dilakukan BEI NTT bersifat gratis dan terbuka untuk umum. Informasi pendaftaran kegiatan rutin dapat diakses melalui akun Instagram IDX NTT serta media sosial lainnya.

