PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 30 juta dalam beberapa tahun ke depan. Langkah ini ditempuh untuk memperbesar partisipasi investor domestik sehingga manfaat pertumbuhan pasar modal dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat Indonesia.
Penjabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan jumlah investor pasar modal Indonesia saat ini berada di kisaran 23 juta. Ia menyebut BEI akan terus mendorong pertumbuhan jumlah investor hingga setidaknya mencapai 30 juta.
“Bagaimana menumbuhkan investor kita dari yang angkanya 10 jutaan sekarang berumur 23 juta dan itu akan kita dorong terus sampai angka paling kecilnya 30 juta. Supaya apa? Supaya lebih banyak orang Indonesia yang menikmati,” ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jumat (27/3/2026).
Menurut Jeffrey, penguatan basis investor domestik penting agar kenaikan indeks dan pertumbuhan pasar tidak lebih banyak dinikmati investor asing. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan 10–15 tahun lalu, ketika pertumbuhan indeks dinilai lebih banyak diserap oleh investor asing.
“Bandingkan dengan 10-15 tahun lalu, kalau ada pertumbuhan index, yang paling besar menikmati siapa? Asing. Hari ini, kalau ada pertumbuhan index, sudah cukup banyak orang Indonesia menikmati. Itu yang kita lakukan 4-5 tahun terakhir,” ucapnya.
BEI mencatat dalam 4–5 tahun terakhir kontribusi investor domestik terhadap pergerakan pasar terus meningkat. Peningkatan peran investor lokal ini terlihat dari semakin besarnya partisipasi mereka dalam menyerap pertumbuhan indeks dibandingkan periode sebelumnya yang lebih didominasi investor asing.
Ke depan, BEI berencana terus mendorong edukasi dan inklusi pasar modal untuk memperluas basis investor hingga 30 juta pada 2030. Upaya tersebut juga diarahkan untuk memperkuat struktur pasar agar lebih tahan terhadap gejolak eksternal.
Selain memperbanyak jumlah investor, BEI juga menyoroti struktur pasar modal domestik yang masih didominasi instrumen saham (equity). Jeffrey menyebut ketergantungan terhadap saham masih cukup besar dan menjadi perhatian dalam pengembangan pasar ke depan, sehingga perlu perluasan ke produk lainnya.