Bank Indonesia (BI) memprakirakan kegiatan dunia usaha akan melanjutkan tren peningkatan pada awal 2026. Pelaksana Harian (Plh) Kepala BI Jawa Tengah, Andi Reina Sari, menyampaikan bahwa responden memperkirakan kegiatan usaha pada Triwulan I 2026 berada dalam tren peningkatan lanjutan dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 32,14 persen.
Menurut Andi, seluruh kinerja lapangan usaha (LU) diprakirakan tumbuh positif. Pertumbuhan terutama didorong oleh LU Industri Pengolahan sebesar 9,33 persen, LU Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Motor sebesar 6,40 persen, serta LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 5,26 persen.
Selain itu, sejumlah lapangan usaha lain juga diperkirakan mencatatkan pertumbuhan positif, antara lain LU Jasa Keuangan, LU Konstruksi, LU Informasi dan Komunikasi, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum. Proyeksi ini sejalan dengan meningkatnya permintaan pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Idulfitri.
Sementara itu, kinerja kegiatan dunia usaha pada Triwulan IV 2025 juga tercatat meningkat. Hal tersebut tercermin dari nilai SBT sebesar 9,56 persen, lebih tinggi dibanding SBT Triwulan III 2025 yang sebesar 6,01 persen. Andi menyebut kinerja lapangan usaha pada periode tersebut tercatat positif, dengan kenaikan signifikan pada LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.
Ia menjelaskan, perkembangan itu sejalan dengan musim panen yang berlangsung pada Triwulan IV 2025. Selain itu, beberapa lapangan usaha turut mencatat pertumbuhan positif, yakni LU Transportasi dan Pergudangan sebesar 1,63 persen, LU Jasa Lainnya 1,25 persen, LU Pertambangan dan Penggalian 0,85 persen, Real Estate 0,82 persen, serta LU Perdagangan Besar Eceran dan Reparasi Mobil Motor 0,58 persen. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dari sisi pemanfaatan kapasitas, BI mencatat kapasitas produksi terpakai pada Triwulan IV 2025 sebesar 71,46 persen, meningkat dari triwulan sebelumnya yang sebesar 69,89 persen. Peningkatan ini didorong oleh LU Pertambangan dan Penggalian sebesar 15,42 persen, LU Pengadaan Air 5,25 persen, serta LU Industri Pengolahan 2,45 persen.
Andi menambahkan, penggunaan tenaga kerja terindikasi tetap kuat dan berada dalam fase ekspansi sebesar 0,80 persen, membaik dibanding triwulan sebelumnya yang tercatat minus 6,44 persen. Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha secara umum dinilai berada dalam kondisi baik, terutama pada aspek likuiditas, rentabilitas, dan akses kredit.

