BERITA TERKINI
BMKG Ajak Dunia Usaha Perkuat Pemahaman Risiko Iklim Jelang Musim Hujan 2025/2026

BMKG Ajak Dunia Usaha Perkuat Pemahaman Risiko Iklim Jelang Musim Hujan 2025/2026

Karanganyar, 22 Oktober 2025 — Perubahan iklim yang semakin nyata mendorong perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mengantisipasi dampaknya terhadap kegiatan ekonomi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan terus berperan aktif memperkuat pemahaman risiko iklim melalui kegiatan edukatif serta kemitraan strategis bersama pelaku industri.

Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Marjuki menjadi narasumber utama dalam Seminar Astra Group yang diselenggarakan PT Asuransi Astra Buana di Anaya Azana Boutique Hotel, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Seminar tersebut membahas penguatan pemahaman risiko iklim bagi dunia usaha, termasuk fenomena iklim global, awal musim hujan 2025/2026, serta layanan informasi iklim yang disediakan BMKG.

Dalam paparannya, Marjuki menyampaikan bahwa perubahan iklim kini terlihat semakin jelas, ditandai meningkatnya suhu udara global dan kejadian cuaca ekstrem yang lebih sering. Ia menyebut 2024 tercatat sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah, sementara tren peningkatan curah hujan berintensitas tinggi turut memperbesar risiko banjir, longsor, serta kerugian ekonomi pada berbagai sektor.

BMKG juga menekankan pentingnya kewaspadaan memasuki musim hujan 2025/2026, terutama bagi pelaku sektor keuangan dan asuransi yang berkaitan langsung dengan perlindungan aset dan manajemen risiko. Menurut Marjuki, tantangan akibat iklim ekstrem perlu direspons melalui perencanaan berbasis data iklim agar potensi kerugian dapat diminimalkan sejak tahap antisipasi.

Marjuki menegaskan BMKG terus memperkuat layanan iklim terapan yang dapat dimanfaatkan industri, antara lain informasi prakiraan musim, peringatan dini, serta layanan khusus berbasis sektor. “Sinergi antara penyedia informasi iklim dan dunia usaha menjadi kunci untuk membangun ketahanan sektor ekonomi terhadap risiko perubahan iklim,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, BMKG berharap kolaborasi dengan sektor swasta semakin meningkat. BMKG juga mendorong agar pemanfaatan informasi iklim tidak hanya sebatas monitoring, tetapi menjadi dasar strategi mitigasi risiko serta perencanaan jangka panjang.